Luka Modric: Hubungan Emosional dengan AC Milan Lebih Dari Sekadar Karier

Luka Modric: Keterikatan dengan AC Milan yang Mendalam

Sebagai seorang pemain sepak bola berpengalaman, Luka Modric memiliki kisah yang unik terkait klub yang ia cintai, yaitu AC Milan. Dalam wawancara terbarunya, Modric mengungkapkan bahwa ikatannya dengan klub yang dikenal sebagai Rossoneri ini jauh lebih dalam dibandingkan perjalanan karirnya saat ini. Ia mengaku sejak kecil telah menjadi penggemar setia klub tersebut, terinspirasi oleh sosok idolanya, Zvonimir Boban.

Modric, yang merupakan gelandang tim nasional Kroasia, menjelaskan bahwa meskipun ia sempat berpikir bahwa karier sepak bolanya akan berakhir di Real Madrid, AC Milan selalu memiliki tempat istimewa di hatinya. Ia menegaskan bahwa jika suatu hari ia harus bermain untuk klub lain, maka itu akan menjadi AC Milan.

“Sebagai seorang anak dari Kroasia, saya adalah penggemar Milan karena pahlawan masa kecil saya, Zvonimir Boban,” ujarnya. “Saya pikir karier saya akan berakhir di Real Madrid, tetapi saya selalu tahu bahwa jika saya bermain untuk klub lain, itu akan menjadi AC Milan. Saya di sini untuk menang. Di Milan, Anda harus selalu bermain untuk menang. Hanya untuk menang,” tambahnya dengan semangat.

Keberhasilan di Level Tertinggi

Di usia yang semakin mendekati akhir karirnya, Modric juga merenungkan bagaimana ia tetap mampu bersaing di level tertinggi. Ia mengungkapkan formula rahasia yang membantunya mempertahankan performa yang baik.

“Anda harus mencintai sepak bola, berpikir tentang sepak bola, hidup untuk sepak bola. Latihan dan diet itu penting, tetapi rahasia sebenarnya adalah hati. Saya selalu bahagia saat berlatih seperti saat saya masih kecil,” jelasnya.

Modric juga berbicara dengan penuh perasaan tentang masa kecilnya di Kroasia, yang dipengaruhi oleh keluarga, kerendahan hati, dan pengalaman pahit akibat perang. Ia mengenang masa-masa ketika ia lebih banyak menghabiskan waktu di antara hewan-hewan daripada di sekolah.

“Tahun-tahun itu (1990-an) membentuk saya menjadi seperti sekarang. Sepak bola membantu kami menjalani hidup sebagaimana seharusnya di usia itu,” tutup pria yang mengenakan nomor punggung 14 di San Siro.

Pengaruh Masa Kecil pada Karier

Masa kecil Modric tidak hanya membentuk karakternya, tetapi juga memberikan dasar yang kuat untuk karier sepak bolanya. Dengan lingkungan yang penuh tantangan, ia belajar untuk menghadapi segala hal dengan ketabahan dan semangat. Pengalaman hidup di bawah kondisi sulit membuatnya lebih memahami arti kerja keras dan komitmen.

Selain itu, pengaruh keluarga sangat besar dalam membentuk kepribadiannya. Keluarganya memberinya dukungan moral yang tak ternilai harganya, yang menjadi fondasi utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan karier sepak bola.

Modric juga mengatakan bahwa sepak bola menjadi sarana bagi dirinya dan keluarganya untuk melupakan kesulitan-kesulitan yang mereka alami. Sepak bola memberinya harapan dan peluang untuk meraih impian.

Kesimpulan

Luka Modric tidak hanya menjadi legenda sepak bola, tetapi juga contoh nyata dari ketekunan dan dedikasi. Ikatan emosionalnya dengan AC Milan menunjukkan betapa pentingnya kecintaan terhadap klub dalam mengarahkan perjalanan karier. Dengan pengalaman masa kecil yang pahit, ia berhasil menjadi salah satu pemain terbaik di dunia. Semangat dan kecintaannya terhadap sepak bola menjadi kunci keberhasilannya hingga saat ini.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan