Luka Modric Tetap Hebat, Ini Rahasia Suksesnya di AC Milan


Luka Modric, seorang gelandang asal Kroasia yang kini berusia 40 tahun, terbukti masih mampu tampil apik di lapangan hijau meski usianya sudah menginjak kepala empat. Penampilannya yang konsisten selama beberapa tahun terakhir, baik saat membela Real Madrid maupun AC Milan, menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang bagi dirinya untuk tetap menjadi andalan dalam tim.

Di Real Madrid, Modric mampu membawa klubnya meraih gelar Liga Champions ketika usianya sudah mencapai 38 tahun. Bahkan, pada usia 39 tahun, ia berhasil membawa Los Blancos memenangkan Piala Interkontinental 2024 di Dubai, Uni Emirat Arab. Setelah kontraknya habis pada musim panas 2025, Modric memilih melanjutkan kariernya dengan bergabung ke AC Milan, yang berlaga di Serie A Italia.

Konsistensi penampilannya di level teratas membuat banyak orang terkejut, terlebih lagi karena usianya yang sudah tidak muda lagi. Namun, Modric memiliki resep khusus yang menjaganya tetap aktif bermain hingga usia 40 tahun. Ia mengungkapkan bahwa cinta dan gairah terhadap sepak bola menjadi salah satu faktor utamanya.

Modric menyatakan bahwa cinta terhadap sepak bola adalah hal yang paling penting baginya. Ia mengatakan bahwa sepak bola dan keluarganya adalah hal terpenting dalam hidupnya. Menurutnya, semangat dan gairah untuk terus bermain adalah hal utama yang membuatnya tetap berada di puncak prestasi.

“Cinta. Mencintai sepak bola, memikirkan sepak bola, hidup untuk sepak bola,” ujar Modric. “Sepak bola, bersama keluarga saya, adalah hal terpenting yang saya miliki.”

Selain itu, Modric juga menekankan bahwa diet dan latihan hanya sekunder. Untuk tetap berada di puncak dalam waktu lama, ia percaya bahwa semangat dan gairah adalah hal yang lebih penting.

“Saya sama bahagianya berlatih seperti saat saya bermain sepak bola sewaktu kecil,” tambahnya. Modric juga mengungkapkan bahwa sifat rendah hati dan gaya hidup normalnya menjadi faktor lain yang membantunya tetap fokus pada sepak bola.

“Saya menyukai hal-hal yang normal. Keluarga yang normal, kehidupan yang normal, hal-hal kecil,” katanya. Ia juga menegaskan bahwa ia tidak pernah merasa unik atau lebih unggul dari siapa pun.

Sifat rendah hati ini membuat Modric bisa fokus pada sepak bola dan meraih berbagai prestasi individu maupun kolektif. Di level individu, ia pernah meraih gelar Ballon d’Or, pemain terbaik FIFA, serta Golden Ball sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2018.

Di level kolektif, Modric berhasil meraih total 28 gelar bersama Real Madrid dan membawa Kroasia menjadi runner-up Piala Dunia 2018. Konsistensi dan dedikasinya terhadap sepak bola terbukti menjadi kunci kesuksesannya hingga usia 40 tahun.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan