
Seorang gelandang legendaris Real Madrid menegaskan bahwa ia tidak mendukung Cristiano Ronaldo untuk menutup kariernya dengan gelar juara Piala Dunia 2026 bersama timnas Portugal.

Bagi CR7, ajang besar di Amerika Utara tahun depan akan menjadi kesempatan terakhirnya untuk meraih gelar juara Piala Dunia. Saat turnamen berlangsung, usia Cristiano Ronaldo sudah melewati 41 tahun. Akan tetapi, misi Ronaldo untuk juara di Piala Dunia terakhirnya tidak didukung oleh mantan rekan seklubnya sewaktu di Real Madrid, Toni Kroos.
Timnas Portugal tidak termasuk kandidat unggulan di mata Kroos. Eks playmaker top Los Blancos dan timnas Jerman itu bahkan tidak menghitung negaranya sendiri sebagai calon kuat. Pria 35 tahun yang pensiun pada 2024 itu memprediksi bakal ada kejutan besar di Piala Dunia 2026. Di luar pengamatan arus utama, calon juara pilihannya adalah kuda hitam asal Afrika, timnas Maroko.
"Mungkin ada kejutan, tapi saya akan bilang Maroko," kata Toni Kroos dalam siaran bersama legenda Brasil, Romario. "Maaf, saya tak akan mengatakan Brasil, tapi kalau mereka menang, tidak masalah."
"Maroko sangat kuat dari sisi teknik dan berkembang pesat beberapa tahun terakhir," ucap pemenang Piala Dunia 2014 tersebut di kanal Romario TV.
Terdengar mengagetkan, tapi opini Kroos memiliki dasar yang kuat. Tim Singa Atlas saat ini diperkuat sederet bintang yang berkibar di klub elite Eropa dan berada di usia keemasan. Achraf Hakimi, Brahim Diaz, atau Noussair Mazraoui termasuk contoh pilar penyokong generasi unggul Maroko sekarang. Kolaborasi skuad tangguh itu mendorong Maroko hingga semifinal Piala Dunia pertamanya pada 2022.
Anak asuh Walid Regragui juga membukukan rekor dunia berupa kemenangan beruntun terpanjang di kancah internasional. Hakimi dkk merangkai 19 kemenangan tanpa putus sebelum diimbangi Mali 1-1 pada laga fase grup Piala Afrika, 26 Desember 2025. Fakta lebih jelas, Singa Atlas tak lain adalah lawan yang mengirim pulang Cristiano Ronaldo dkk di Piala Dunia 2022.
Timnas Maroko mengalahkan Portugal 1-0 di perempat final melalui gol tunggal Youssef En-Nesyri yang ikonis itu. Dalam pertandingan tersebut, Ronaldo tampil sebagai pengganti di babak kedua. Ia tak kuasa menahan rasa kecewa dan sedih karena misinya juara di Qatar ambyar.
Toni Kroos, yang berkesempatan turun bersama Ronaldo dalam 171 partai di Real Madrid (2014-2018), juga tak malu menempatkan Maroko di atas Jerman. "Jerman selalu memiliki peluang, tapi saya tidak melihat mereka sebagai salah satu tim favorit," lanjut Kroos. "Mereka mungkin mencapai perempat final atau semifinal lagi."
"Tetapi saya memperkirakan mereka sedikit di bawah (Spanyol, Portugal, Prancis, dan Maroko)," ucap peraih lima gelar Liga Champions untuk Madrid.
Di Piala Dunia 2026, timnas Maroko tergabung dalam Grup C bersama Brasil, Haiti, dan Skotlandia. Kemudian Jerman masuk Grup E dengan lawan-lawannya adalah Curacao, Pantai Gading, dan Ekuador. Sementara timnas Portugal bersaing di Grup K dengan Uzbekistan, Kolombia, dan pemenang Path 1 play-off interkontinental.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar