Mahasiswa KKN Unhas Ciptakan Permen Madu di Desa Laiya

Mahasiswa KKN Unhas Ciptakan Permen Madu di Desa Laiya

Inovasi Produk Lokal di Desa Laiya

Desa Laiya, yang terletak di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), kini menjadi pusat perhatian berkat inovasi yang dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Daerah Universitas Hasanuddin (Unhas). Salah satu inisiatif yang mereka luncurkan adalah produk permen berbahan madu. Ini merupakan langkah penting dalam memperkuat potensi ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Potensi Madu Lokal yang Masih Tertunda

Dalam observasi lapangan, Koordinator Desa Muhammad Sholeh Ramadana menyebutkan bahwa wilayah desa Laiya memiliki potensi besar dalam menghasilkan madu. Namun, para peternak madu masih menghadapi tantangan dalam diversifikasi produk. Saat ini, kebanyakan peternak hanya mengumpulkan madu dari sarangnya dan menjualnya mentah ke pengepul. Hal ini membuat mereka rentan terhadap fluktuasi harga yang tidak menguntungkan.

Untuk mengatasi masalah ini, tim KKN Unhas mencoba memberikan solusi dengan mengubah madu mentah menjadi bentuk permen. Rama, sapaan akrab Muhammad Sholeh Ramadana, menjelaskan bahwa madu bisa diolah menjadi permen yang tahan lama tanpa memerlukan bahan pengawet. Produk ini juga dinilai lebih sehat dibandingkan permen konvensional yang mengandung gula tinggi dan bahan pengawet.

Permen Madu sebagai Alternatif Camilan Sehat

Produk permen madu ini diharapkan menjadi alternatif camilan sehat yang dapat mengurangi ketergantungan masyarakat, terutama anak-anak, pada permen dengan pemanis buatan. Dengan kemasan yang menarik dan promosi digital, produk ini diharapkan bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain fokus pada produksi permen madu, tim KKN Unhas juga menjalankan beberapa program lainnya. Salah satunya adalah pelatihan teknik marketing berbasis digital untuk para peternak madu. Mereka diajarkan cara mengelola produk dengan kemasan yang menarik serta memasukkan produk ke dalam platform belanja online. Pemasaran melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok juga akan dimassifkan.

Program Pendukung Kemandirian Masyarakat

Di samping itu, tim KKN Unhas juga akan memperkenalkan budidaya ikan dalam ember sebagai salah satu upaya mendukung kemandirian keluarga di lingkungan rumah tangga. Mahasiswa akan mengajarkan jenis ikan dan cara merawat ikan dalam ember yang bisa dikonsumsi.

Dari sisi infrastruktur digital, Rama akan menginisiasi Laman Terpadu Desa Laiya dan Etalase Digital. Tujuannya adalah untuk menjadi wadah informasi dan potensi desa Laiya ke dunia luar.

Program Sosial dan Edukasi

Tim KKN Unhas juga menjalankan beberapa program sosial dan edukasi. Salah satunya adalah Laiya Sehat Bersama, yang melibatkan senam rutin dan bakti sosial pembersihan rumah ibadah dan sekitarnya. Program ini dipimpin oleh Yemima, sekretaris KKN Desa Laiya.

Selain itu, ada Laiya Mengajar, yaitu program berkolaborasi bersama guru-guru di beberapa sekolah sebagai pengajar pendamping. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di desa tersebut.

Kehadiran Mahasiswa KKN hingga Februari 2026

Mahasiswa KKN Unhas akan terus mengabdi di Desa Laiya hingga 14 Februari 2026. Selama masa pengabdian ini, mereka berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dalam berbagai bidang, baik ekonomi, kesehatan, maupun pendidikan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan