
Peringatan 40 Hari Wafatnya Sinuhun Pakubuwono XIII
Pada hari Minggu (2/11/2025) sekitar pukul 07.30 WIB, Sinuhun Pakubuwono XIII wafat di Rumah Sakit Indriati, Solo Baru. Sejak saat itu, masyarakat dan kerabat Keraton Solo mulai menggelar berbagai acara peringatan atas kepergian beliau. Salah satu acara yang dilaksanakan adalah tahlilan pada malam yang sama, Kamis (11/12/2025), sebagai bentuk penghormatan terhadap kewafatan Sinuhun.
Dua kubu dari Keraton Kasunanan Surakarta juga turut serta dalam memperingati 40 hari wafatnya Sinuhun Pakubuwono XIII. Kubu Pakubuwono XIV Purbaya mengadakan acara 40 harian di Sasana Parasdya, sementara Lembaga Dewan Adat (LDA) yang mendukung Pakubuwono XIV Hangabehi menggelar tahlil rutin untuk para leluhur di Semorokoto.
GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, Penghageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta, menjelaskan bahwa doa dan tahlil ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan wafatnya Sinuhun Pakubuwono XIII. Ia menyebutkan bahwa acara tersebut dilakukan dengan cara yang biasa dilakukan, yaitu doa dan tahlil seperti pada umumnya. Setelah acara tersebut, akan dilanjutkan ke Imogiri.
Rangkaiannya doa tahlil seperti pada umumnya. Kemudian besok akan dilanjutkan ke Imogiri. Karena bagi tugas. Saya kebetulan ada sesuatu yang harus saya kerjakan. Besok yang ke Imogiri Gusti Ratih, ujarnya.
Acara tersebut dihadiri oleh kerabat, sentono, abdi dalem, hingga masyarakat umum. Tidak ketinggalan, musisi sekaligus anggota DPR RI, Kanjeng Pangeran Ahmad Dhani Sastroatmojo Joyonegoro, turut hadir dalam acara tersebut.
Menurut GKR Panembahan Timoer, kehadiran Ahmad Dhani murni atas inisiatif pribadi, bukan karena undangan khusus. Ia menjelaskan bahwa Dhani memiliki hubungan kekerabatan dengan Sinuhun Pakubuwono XIII. Meskipun ketika wafatnya beliau tidak bisa hadir, saat ini ia sudah memiliki waktu untuk berangkat ke sini.
Datang sendiri. Beliau mendapat kekancingan kekerabatan. Karena beliau masih ada keturunan dari Sinuhun Pakubuwono XIII. Kebetulan ketika wafat beliau izin tidak bisa hadir. Saat ini beliau sudah ada waktu untuk berangkat ke sini. Bukan undangan juga karena beliau memang ingin mengikuti 40 harian. Ada gusti sepuh Gusti Ratu Alit, Gusti Menul, Gusti Nia, Gusti Dipo banyak. Beberapa kerabat PB X, PB IX, PB XI, jelasnya.
Di sisi lain, Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA), GRAy Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, menegaskan bahwa tahlilan di Semorokoto adalah tradisi yang sudah berlangsung puluhan tahun. Selain tahlilan, ada juga tradisi semakan Quran yang dilakukan secara rutin.
Keraton dengan abdi dalem, bebadan sudah rutin setiap malam Jumat mulai jam 9 malam tahlilan kirim untuk Sinuhun yang pernah jadi raja di Mataram ini dengan permaisuri. Tahlil dzikir sudah berjalan 25 tahunan. Rutin setiap Malam Jumat. Semakan Quran setiap Rabu Pahing sudah berjalan 3 tahun, ungkap Gusti Moeng.
Tradisi dan Penyesuaian Acara
Gusti Moeng menambahkan bahwa peringatan kematian sebaiknya dilakukan sebelum jatuhnya hari. Oleh karena itu, pihaknya sudah menggelar peringatan 40 hari wafatnya Sinuhun XIII di Sasana Handrawina pada Rabu (10/12/2025).
Kebetulan hari ini 40 harinya Sinuhun XIII, tapi dari lembaga atau bebadan sudah dilakukan Selasa kemarin. Aturan orang Jawa ngirim doa dalam peringatan 7 hari, 40 hari, 100 hari biasanya maju 12 hari. Malah tidak boleh lewat, ujar Gusti Moeng.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar