
Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) sedang memperluas struktur sepak bola putri dengan menghadirkan Liga Putri U-19 pada tahun ini. Langkah ini diungkapkan oleh direktur teknik FAM untuk sepak bola putri, Soleen Al-Zoubi.
"Kami akan memiliki lebih banyak program pembangunan yang dimulai dari tingkat akar rumput dan sekolah."
"Kami juga memiliki Proyek Skuad Harimau Muda yang akan terus dikembangkan. Selain itu, Liga Putri U-19 juga akan diperkenalkan."
"Kompetisi ini akan berjalan bersamaan dengan kompetisi U-16 dan U-20," jelas Soleen, seperti dikutip dari Nst.com.my.
Rencana peluncuran Liga Putri U-19 menunjukkan komitmen Malaysia dalam membangun sepak bola putri. Sebelumnya, Pelaksana Tugas Presiden FAM Datuk Yusoff Mahadi memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Liga Wanita Nasional (LWN).
"LWN telah menunjukkan banyak peningkatan," ujar Yusoff tentang kemajuan yang terlihat di Liga Wanita Nasional.
Sepak bola putri di Malaysia sebelumnya sering kali terpinggirkan hingga akhirnya mampu keluar dari bayang-bayang. Hal ini didorong oleh investasi yang semakin besar, dukungan institusional yang kuat, serta minat dari pencari bakat internasional.
Puncaknya, FAM dan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Hannah Yeoh meluncurkan LWN edisi keempat pada Juli 2025.
"Tahun ini, untuk pertama kalinya, Kementerian menyalurkan dana hibah sebesar RM840.000 untuk mendukung liga wanita. Ini adalah jumlah terbesar yang pernah kami berikan dan ini baru permulaan," kata Yeoh.
Yeoh menyoroti bahwa sepak bola wanita sering kali menjadi pihak yang paling terdampak oleh pemotongan anggaran.
"Itu tidak adil. Ketika Anda memberi mereka dukungan dan visibilitas, mereka memberikan hasil," katanya.
Menanggapi kekhawatiran bahwa sumber daya masih condong ke arah sepak bola pria, mantan Presiden FAM Joehari membantahnya.
"Tidak ada keberpihakan. Setiap level dari junior hingga senior, pria dan wanita didukung."
"Itulah mengapa saya melakukan perjalanan ke Australia untuk memastikan tim wanita memiliki eksposur dan peluang yang sama seperti tim pria," ujarnya.
Lebih lanjut, Joehari menyebut meningkatnya minat dari sponsor sebagai tanda kemajuan yang jelas.
"Para sponsor berdatangan karena performa dan pertumbuhan sepak bola wanita semakin membaik," katanya.
"Bahkan FIFA mengatakan kepada saya bahwa mereka terkesan dengan kemajuan yang telah kita capai," tambahnya.
Di tengah upaya Malaysia meluncurkan liga putri di level usia muda, Indonesia hingga kini masih belum memiliki kompetisi sepak bola putri. PSSI mencanangkan Liga Putri baru akan kembali digelar pada 2027 setelah terakhir kali digulirkan pada 2019 silam.
Dengan menggelar Liga Wanita Nasional dan Liga Putri U-19, Malaysia bisa dikatakan sudah dua langkah di depan Indonesia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar