Malaysia Open 2026: Alwi Bahas Jalur Menuju Final saat Indonesia Hadapi Prancis, Lanier Jadi Lawan P


Alwi Farhan, seorang tunggal putra Indonesia, menghadapi turnamen pertama tahun 2026 dengan semangat yang baru. Lesatannya diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi bulu tangkis Indonesia yang mulai bersaing di tingkat dunia.


Prestasi tunggal putra Indonesia sempat mengalami fluktuasi akibat kinerja yang tidak stabil dari dua pemain utamanya, yaitu Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting. Kedua atlet ini menjadi tulang punggung tunggal putra Indonesia dalam dua siklus Olimpiade terakhir, tetapi kini menghadapi tantangan berupa inkonsistensi dan cedera yang terus-menerus.

Meski begitu, ada harapan baru dengan munculnya Alwi Farhan (20 tahun) dan Moh Zaki Ubaidillah (18 tahun) sebagai calon andalan berikutnya. Alwi Farhan telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam setahun terakhir, sehingga mampu meraih posisi otomatis untuk tampil di ajang bertaraf World Tour Super 1000, level tertinggi dalam turnamen bulu tangkis terbuka.

Alwi akan menjadi bagian dari skuad minimalis Indonesia di Malaysia Open 2026. Pemain asal Surakarta ini telah membuktikan diri dengan kemenangan atas pemain-pemain top, gelar World Tour di Macau Open, serta medali emas dari SEA Games.

“Saya bangga bisa masuk ke Super 1000 dari awal tahun,” ujar Alwi menjelang keberangkatannya ke Malaysia pada Minggu (4/1/2026), dikutip dari PBSI.

Peningkatan Alwi dalam setahun terakhir sangat mencolok. Awal tahun lalu, dia bahkan belum mampu lolos kualifikasi Indonesia Masters yang memiliki level Super 500. Kini, ia ingin menembus jajaran elit dengan tampil di BWF World Tour Finals, ajang yang hanya diikuti delapan pemain per sektor.

“Tahun ini dimulai dari nol, dan race to Hangzhou juga kembali terbuka. Pasti ada target yang saya incar untuk masa depan,” tambahnya.

“Jadi di 2026, di turnamen pertama ini semua orang mempunyai semangat yang baru, antusias yang baru, begitu pun juga saya.”

Di Malaysia Open 2026, Alwi akan memulai perjuangannya dengan menghadapi unggulan asal Prancis, Alex Lanier. Lanier bukan sosok asing bagi Alwi karena mereka sudah saling bersaing sejak level junior. Dua tahun lalu, Alwi berhasil menjadi juara dunia junior saat Lanier berada di puncak ranking kompetisi U-19 bulu tangkis tersebut.

Kemunculan Lanier memperkuat posisi Prancis di tunggal putra. Tiga pemain utama mereka bahkan berada di 15 besar dunia, sehingga kekuatan mereka lebih diperhitungkan di Thomas Cup 2026.

Head-to-Head Tunggal Putra Teratas

Indonesia Rank Prancis Rank
Jonatan Christie 4 Christo Popov 7
Alwi Farhan 17 Alex Lanier 8
M. Zaki Ubaidillah 48 Toma Jr. Popov 15

Lanier telah meraih gelar dari level Super 750 saat Japan Open 2024. Christo Popov juga tidak kalah dengan memenangkan BWF World Tour Finals 2025. Jonatan Christie, sebagai andalan utama Indonesia, dikalahkan keduanya secara bergantian pada bulan lalu.

Jojo kalah dari Christo di fase grup World Tour Finals dan kemudian dari Lanier saat semifinal turnamen invitasi King Cup. Alwi sendiri memiliki modal untuk mengalahkan Lanier karena ia berhasil menang dalam pertemuan terakhir di French Open dengan skor 21-15, 21-16 pada Oktober lalu.

Kepercayaan diri Alwi bertambah setelah meraih dua medali emas bagi Indonesia di SEA Games 2025 lewat event beregu putra dan individual bulan lalu. Melangkah sejauh mungkin di ajang level tinggi seperti Malaysia Open akan menjadi peningkatan lain bagi Alwi.

“Kita maksimalkan kesempatan dan momentum yang bagus, setelah kemarin di turnamen terakhir bisa menghasilkan hasil yang bagus untuk Indonesia.”

“Saya mau manfaatkan momentum dan momennya, semoga saya sendiri bisa mengeluarkan permainan terbaik.”

“Tugas saya hanya berusaha, sisanya saya pasrahkan hasilnya kepada Tuhan,” pungkas pemain yang mengidolakan Anthony Ginting itu.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan