Malaysia Open 2026 - Atap Stadion Diuji, Kebocoran Tak Terulang

Persiapan Axiata Arena untuk Malaysia Open 2026

Pihak pengelola Stadion Malaysia, yang bertanggung jawab atas Axiata Arena, telah memastikan kesiapan venue tersebut dalam menyelenggarakan Malaysia Open 2026. Tahun lalu, edisi Malaysia Open yang menjadi turnamen prestisius Super 1000 mengalami kendala serius akibat atap yang bocor.

Selama babak pertama Malaysia Open 2025, atap di Axiata Arena mengalami kebocoran yang menyebabkan tetesan air masuk ke dalam arena. Hal ini memaksa beberapa pertandingan dihentikan sementara dan berdampak pada perpanjangan durasi pertandingan. Atlet juga merasa terganggu karena harus bertanding hingga malam hari.

Untuk Malaysia Open 2026, pihak tuan rumah menjamin kenyamanan para peserta dengan melakukan penggantian atap secara penuh. CEO Perusahaan Stadion Malaysia, Ilyas Jamil, menyatakan bahwa pekerjaan perbaikan atap telah selesai sepenuhnya. Ilyas menambahkan bahwa beberapa pengujian telah dilakukan menjelang penyelenggaraan Malaysia Open 2026, yang akan dimulai pada hari Selasa.

"Pekerjaan perbaikan atap telah selesai. Apa yang terjadi selama Malaysia Masters tahun lalu disebabkan oleh masalah kondensasi," ujar Jamil. "Tetapi kami telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan masalah tersebut tidak terjadi lagi."

Ilyas juga menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengujian beberapa minggu yang lalu dan yakin masalah yang sama tidak akan terjadi tahun ini.

Insiden kebocoran atap di lapangan pada Malaysia Open 2025 cukup parah. Kejadian tersebut bahkan membuat laga ditunda pada esok harinya. Beberapa pemain, seperti HS Prannoy dari India, harus mengulang pertandingan mereka pada hari berikutnya.

Di venue yang sama, kejadian serupa juga terulang saat Malaysia Masters 2025. Meski bukan disebabkan oleh hujan lebat atau angin, tetapi karena kondensasi, insiden tersebut juga membuat laga tertunda dan memengaruhi durasi pertandingan.

Kesiapan Malaysia dalam menanggulangi masalah kebocoran atap diharapkan bisa membantu wakil-wakil Indonesia bermain dengan aman dan nyaman tanpa takut terpeleset atau menghadapi penundaan laga yang berjam-jam.

Skuad Merah Putih mengirimkan sembilan wakil untuk bertanding di Malaysia Open 2026 setelah Gregoria Mariska Tunjung mundur. Dari sembilan wakil ini, jumlah terbanyak ada di sektor ganda putra dengan tiga pasangan, yaitu Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, dan debutan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Di sektor tunggal putra, Indonesia mengirimkan Jonatan Christie dan Alwi Farhan. Sementara itu, di sektor tunggal putri, ada Putri Kusuma Wardani. Di sektor ganda putri, tim yang dikirim adalah Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari. Di sektor ganda campuran, Indonesia mengirimkan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan