
Putri Kusuma Wardani, pemain tunggal putri Indonesia, akan menghadapi tantangan berat dalam perjalanannya untuk menembus peringkat lima besar dunia. Pada tahun 2026, ia akan memperjuangkan ambisinya melalui turnamen Malaysia Open 2026. Persiapan selama 10 hari menjadi modal utamanya untuk tampil maksimal.
Tahun baru ini menjadi momen penting bagi Putri untuk terus berkembang. Setelah bangkit dari kebuntuan pada 2024, ia berhasil tampil konsisten dan masuk peringkat 10 besar dunia pada 2025. Kini, misi berikutnya adalah mendobrak para pemain yang ada di peringkat lima besar dunia saat ini. Mereka termasuk An Se-young (Korea Selatan), Juara Dunia Akane Yamaguchi (Jepang), serta trisula China: Wang Zhi Yi, Chen Yu Fei, dan Han Yue.
Meski masih ada celah-celah yang bisa dimanfaatkan, penampilan terakhir Putri di BWF World Tour Finals 2025 menunjukkan potensi yang menjanjikan. Dalam pertandingan satu grup dengan An Se-young dan Yamaguchi, ia kalah dari keduanya. Namun, perlawanan yang ditunjukkan oleh pemain peringkat keenam dunia itu cukup mengesankan karena mampu memaksa rubber game dan membawa pertandingan ke durasi lebih dari satu jam.
Putri akan mencoba lagi di Malaysia Open 2026. Jelang keberangkatan tim ke Negeri Jiran pada Minggu (4/1/2026), dia mengaku kondisinya telah kembali segar. "Setelah World Tour Finals berakhir, saya ingin refresh dulu untuk memulihkan kondisi fisik dan pikiran," ujar Putri melalui rilis tim Humas dan Media PBSI. "Pelatih memberi saya libur beberapa hari dan alhamdulillah sudah kembali fresh. Persiapan kurang lebih 10 hari berjalan cukup baik," tambahnya.
Dalam wawancara di laman resmi BWF Badminton, stabilitas menjadi mantra yang dipelajari Putri KW untuk bisa mendobrak tatanan di level teratas tunggal putri dunia. Ia merasa dirinya belum cukup konsisten, terutama dalam menghadapi pertandingan yang berlangsung lama.
Untuk menambah perbekalannya, Putri menjelaskan bahwa latihan fisik menjadi fokus utamanya. "Pada hari-hari awal kembali berlatih, fisik saya menjadi fokus untuk ditingkatkan," ucap pemain jebolan PB Exist itu. "Latihannya diperberat. Tapi dua hari kemarin sudah lebih ke teknik. Cukup deg-degan karena memulai lagi dari awal." "Besok pertandingan di Malaysia jadi pembuka. Ingin bisa bermain enak buat membuka awal tahun," tambahnya.
Putri mendapat status unggulan keenam di Malaysia Open 2026. Menurut bagan pertandingan saat ini, ia akan mengawali kiprahnya dengan menghadapi wakil Jepang, Manami Suizu, di babak pertama ajang bertaraf World Tour Super 1000 ini. Jika lolos, pemain berusia 23 tahun itu akan menghadapi pemenang laga antara Beiwen Zhang (Amerika Serikat) dan Line Christophersen (Denmark).
Sementara unggulan pertama yang berpeluang dihadapi Putri adalah Wang Zhi Yi, tunggal putri peringkat dua dunia sejak tahun lalu. Wang menjadi deputi An Se-young di tengah dominasi hebat jagoan Negeri Ginseng. Saat An memborong 11 gelar sepanjang tahun lalu, Wang sukses mencapai final sebanyak 11 kali, kalah 7 kali dari An, dan memenangi 3 ajang lainnya.
Menurut catatan BWF, Putri belum pernah menang atas Wang dalam total enam pertemuan sejak level junior hingga terakhir kali saat Japan Open 2025. Ini menjadi tantangan besar bagi Putri dalam upayanya menembus peringkat lima besar dunia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar