Malaysia Open 2026: Ujian Pearly/Thinaah Tuntaskan Rapor Merah di Kandang

Fakta Menarik Jelang Malaysia Open 2026

Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, andalan ganda putri Malaysia, kembali menjadi sorotan menjelang gelaran Malaysia Open 2026. Meski memiliki peringkat dunia yang tinggi, pasangan ini memiliki catatan buruk dalam turnamen kandang. Sejak debutnya di Malaysia Open, mereka belum pernah mampu mencapai babak perempat final.

Performa Konsisten di Tahun 2025

Meskipun demikian, Pearly/Thinaah menunjukkan performa yang konsisten sepanjang tahun 2025. Mereka berhasil meraih berbagai prestasi penting, termasuk medali perak di Kejuaraan Dunia Paris 2025. Ini membuat mereka menjadi ganda putri Malaysia pertama yang berhasil meraih medali di ajang bergengsi tersebut.

Selain itu, di SEA Games 2025 Thailand, Pearly/Thinaah juga berhasil memecahkan rekor dengan menyabet medali emas ganda putri setelah sepuluh tahun tanpa medali. Prestasi ini membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di level internasional.

Di BWF World Tour 2025, Pearly/Thinaah mencatatkan tiga gelar juara dan tiga kali menjadi runner-up. Hal ini memberi harapan besar bagi mereka untuk memperbaiki catatan buruk di Malaysia Open 2026.

Catatan Buruk di Turnamen Kandang

Sejak debut di Malaysia Open pada 2022, Pearly/Thinaah selalu tersisih di babak awal. Di edisi 2022, mereka kalah di babak 16 besar. Di tahun-tahun berikutnya, performa mereka bahkan semakin menurun. Dalam tiga edisi berturut-turut, mereka gagal melangkah ke babak perempat final.

Tantangan yang dihadapi oleh Pearly/Thinaah tidak hanya terletak pada hasil pertandingan, tetapi juga pada tekanan dari publik sendiri. Sebagai andalan tuan rumah, mereka diharapkan bisa memberikan performa terbaik di hadapan pendukungnya.

Perjalanan di Malaysia Open 2026

Dalam drawing Malaysia Open 2026, Pearly/Thinaah akan menghadapi tantangan yang cukup berat. Di babak pertama, mereka akan melawan pasangan India, Rutaparna Panda-Swetaparna Panda, yang berada di peringkat 53 dunia. Meskipun lawan ini tergolong mudah, Pearly/Thinaah harus tetap waspada agar tidak terjebak dalam permainan yang tidak sesuai ekspektasi.

Di babak kedua, mereka kemungkinan akan menghadapi pemenang laga antara Treesa Jolly/Gayatri Gopichand (India) atau Febriana Dwipuji/Meilysa Trias (Indonesia). Kedua pasangan ini memiliki pengalaman yang cukup baik di level internasional, sehingga bisa menjadi ujian berat bagi Pearly/Thinaah.

Jika berhasil melewati babak-babak awal, Pearly/Thinaah akan menghadapi pasangan Korea Selatan, Baek Ha-na/Lee So-hee, di babak perempat final. Pasangan ini dikenal sebagai salah satu ganda putri terkuat di Asia, sehingga pertemuan ini akan menjadi ujian nyata bagi Pearly/Thinaah.

Harapan untuk Memperbaiki Rapor Merah

Dengan konsistensi yang ditunjukkan sepanjang tahun 2025, Pearly/Thinaah memiliki peluang besar untuk memperbaiki catatan buruk mereka di Malaysia Open 2026. Meskipun ada tekanan dari publik dan lawan-lawan tangguh, penampilan mereka di turnamen kandang bisa menjadi momen penting dalam karier mereka.

Dengan persiapan yang matang dan mental yang kuat, Pearly/Thinaah diharapkan mampu menunjukkan performa terbaiknya di hadapan pendukungnya sendiri. Semoga mereka bisa mengakhiri rasa frustrasi yang telah lama mereka alami di Malaysia Open.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan