
Perubahan Struktural di Sektor Tunggal Putra Malaysia
Skuad Malaysia tampaknya akan melakukan perubahan signifikan dalam struktur pelatih sektor tunggal putra mereka. Sejak lama, sektor tunggal menjadi tantangan besar bagi atlet-atlet negara ini. Di bawah kepemimpinan Direktur Pelatihan, Kenneth Jonassen, terdapat rencana untuk mengubah susunan pelatih agar dapat meningkatkan kinerja tim.
Menurut informasi yang beredar, Tey Seu Bock, yang saat ini menjabat sebagai kepala tunggal junior, akan dipromosikan ke jenjang senior. Pengalaman Tey dalam membimbing Lee Chong Wei diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi sektor tunggal putra senior di pelatnas Malaysia.
Selain itu, nama Yeoh Kay Bin juga dikabarkan akan kembali bergabung dengan BAM. Pelatih yang sebelumnya melatih Lee Zii Jia akan mengambil alih peran Tey di level junior. Meskipun hubungan antara Lee Zii Jia dan Yeoh telah berakhir, Yeoh masih akan mendampingi mantan muridnya tersebut dalam Malaysia Open 2025 yang akan digelar pekan depan.
Perubahan dalam susunan pelatih ini diharapkan mampu memperbaiki performa tunggal putra Malaysia setelah musim 2025 yang kurang memuaskan. Direktur Kepelatihan Sektor Tunggal BAM, Kenneth Jonassen, mengungkapkan adanya perubahan struktural di departemen tunggal.
"Secara keseluruhan untuk 2026, akan ada beberapa perubahan struktural di departemen tunggal dan saya akan memiliki staf tambahan yang akan bergabung dalam waktu dekat, yang akan memperkuat tim kami," kata Jonassen.
Ia menambahkan bahwa pihaknya sedang memperkuat struktur dan akan melakukan beberapa penyesuaian. "Ini tentang mendapatkan pelatih yang tepat pada waktu yang tepat."
Jonassen juga menyatakan bahwa ia ingin mempertahankan filosofi "satu tim" di mana pelatih dapat berpindah antar departemen sesuai kebutuhan. "Di seluruh divisi tunggal putra dan putri, di seluruh level junior dan senior, ini adalah satu-satunya cara yang saya yakini untuk mengembangkan jalur yang jelas bagi para pemain kami dari level junior awal hingga potensi kelas dunia."
Meski tidak menyebutkan nama secara gamblang, Jonassen memastikan adanya perubahan tersebut. Ia juga menyatakan bahwa akan mengumumkannya secara internal terlebih dahulu agar pelatih saat ini memahami perubahan tersebut.
Persiapan untuk Kompetisi Kandang
Terlepas dari rencana perubahan struktur, tim Malaysia akan langsung diuji dengan kompetisi kandang Malaysia Open 2026 yang berlangsung mulai 6 Januari 2025 mendatang. Kompetisi ini menjadi ajang penting untuk mengukur perkembangan dan kesiapan atlet-atlet Malaysia di tingkat internasional.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar