
Drama Tingkat Tinggi dalam Pertandingan Mali vs Tunisia
Pertandingan antara Mali dan Tunisia pada babak 8 besar Piala Afrika 2026 menjadi salah satu laga yang penuh dengan drama dan ketegangan. Digelar pada 4 Januari 2026 pukul 02.00 WIB, pertandingan ini bukan hanya soal adu strategi dan fisik, tetapi juga menguji mental para pemain. Meski harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-26, Mali berhasil melangkah ke semifinal setelah mengalahkan Tunisia dengan skor 2-1 lewat adu penalti setelah laga berakhir imbang 1-1 hingga 120 menit.
Petaka Awal: Kartu Merah Bek Rp34 Miliar
Malapetaka menghampiri Mali di menit ke-26. Woyo Coulibaly, bek kanan Mali dengan nilai pasar Rp34,76 miliar, mendapatkan kartu merah langsung akibat pelanggaran keras. Keputusan wasit Abongile Tom tidak terbantahkan. Coulibaly, yang baru bergabung dengan Sassuolo dan dipinjam dari Leicester City, sejatinya diplot sebagai penyeimbang sisi kanan pertahanan. Namun keluarnya sang bek justru mengubah dinamika laga. Mali harus bertahan dengan sepuluh pemain selama lebih dari 90 menit waktu normal dan tambahan.
Tunisia Dominan, Mali Bertahan dengan Hati
Unggul jumlah pemain, Tunisia tampil dominan dalam penguasaan bola. Hannibal Mejbri, Ismael Gharbi, hingga Elias Saad silih berganti menguji pertahanan Mali. Namun solidnya barisan belakang dan performa heroik kiper Djigui Diarra membuat peluang demi peluang Tunisia mentah. Tekanan Tunisia akhirnya berbuah hasil di menit ke-88. Umpan silang Elias Saad disambut tandukan Firas Chaouat yang mengarah ke sudut kanan atas gawang. Tunisia unggul 0-1 dan tampak tinggal selangkah menuju semifinal.
VAR Jadi Titik Balik
Saat laga seolah berakhir, drama kembali terjadi. Pada menit 90+6, wasit memutuskan mengecek VAR setelah terjadi handball pemain Tunisia di kotak penalti. Keputusan penalti pun diberikan kepada Mali. Lassine Sinayoko maju sebagai algojo. Meski tembakannya sempat mengenai tangan kiper Aymen Dahmen, bola tetap masuk ke gawang. Skor berubah 1-1, stadion pun bergemuruh. Mali, yang bermain dengan sepuluh pemain, berhasil memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu.
Drama Tambahan Waktu dan Gol Dianulir
Pada babak tambahan, Tunisia kembali menekan. Bahkan di menit ke-106, Firas Chaouat sempat mencetak gol kedua. Namun kegembiraan Tunisia sirna setelah VAR menganulir gol tersebut karena offside dalam proses build-up. Kedua tim kelelahan, peluang tercipta namun tak ada gol tambahan hingga menit ke-120. Nasib pertandingan akhirnya ditentukan melalui adu tendangan penalti.
Djigui Diarra, Tembok Tak Tertembus
Adu penalti menjadi panggung utama Djigui Diarra. Kiper Mali ini tampil luar biasa dengan membaca arah tembakan lawan. Tunisia gagal memaksimalkan momen, termasuk penalti Mohamed Ben Romdhane yang dengan mudah diamankan, serta eksekusi Ali Abdi yang melambung jauh. Sementara itu, Mali tampil lebih tenang. El Bilal Touré, Gaoussou Diakite, dan Lassine Sinayoko sukses menjalankan tugasnya. Meski sempat ada kegagalan dari Yves Bissouma, Mali akhirnya memastikan kemenangan 2-1 setelah Tunisia kembali gagal di penalti penentuan.
Mental Juara Mali Jadi Pembeda
Kemenangan ini menegaskan satu hal: mental juara Mali. Bermain hampir sepanjang laga dengan sepuluh pemain, kehilangan bek bernilai Rp34 miliar, tertinggal di menit akhir, lalu bangkit lewat penalti dan menang di adu penalti, semua menunjukkan karakter luar biasa. Pelatih Mali layak mendapat kredit besar atas keberanian mengubah skema dan menjaga fokus pemainnya. Sementara Tunisia harus menerima kenyataan pahit, meski tampil dominan, mereka gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.
Mali Melaju ke Semifinal Piala Afrika
Hasil Mali vs Tunisia ini memastikan Mali melangkah ke babak semifinal Piala Afrika 2026. Mereka kini menjadi salah satu kuda hitam paling berbahaya, dengan pertahanan solid, kiper tangguh, dan mental baja di laga-laga krusial. Sebaliknya, Tunisia harus angkat koper lebih awal, meninggalkan banyak penyesalan dari peluang yang terbuang dan kegagalan di momen penentuan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar