
Cerita Mang Ucok yang Selamatkan Keluarga dari Bencana Longsor
Pada hari Jumat, 2 Januari 2026, sebuah peristiwa bencana longsoran tebing terjadi di area proyek pembangunan lapangan minisoccer di Kampung Salam Kuning RW 01 Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Peristiwa ini menimpa enam orang pekerja, dua di antaranya berhasil diselamatkan, sementara empat lainnya meninggal dunia.
Keluarga Ahmid (71) dan Dian (41), dua korban selamat dalam kejadian tersebut, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada warga dan aparat yang telah membantu penyelamatan mereka. Ungkapan terima kasih itu disampaikan oleh Yati Karyati, anggota keluarga Ahmid, saat ditemui di kediamannya, di RW 05 Desa Cisempur, Jatinangor, pada Sabtu (3/1/2026).
Dengan nada yang hampir menangis, Yati dan anggota keluarga lainnya mengucapkan syukur kepada Allah SWT dan terima kasih kepada banyak pihak yang turut serta dalam proses penyelamatan. Menurut Yati, peran cepat warga dan aparat menjadi penentu keselamatan Ahmid dan Dian yang sempat tertimbun material longsoran.
“Sempat teriak minta tolong, padahal kondisi Dian enggak bisa ngomong,” kata Yati menggambarkan detik-detik Ahmid dan Dian diselamatkan warga dari timbunan tanah. Ia menjelaskan bahwa Dian telah berkeluarga dan sehari-hari bekerja bersama ayahnya, Ahmid, serta Dahlan (kakak Dian) di lokasi proyek tersebut.
“Mereka kerja bareng, sekeluarga,” ujarnya. Yati menegaskan bahwa keselamatan Ahmid dan Dian tidak lepas dari peran warga sekitar yang sigap membantu sebelum tim SAR gabungan tiba di lokasi.
Peran Mang Ucok dalam Penyelamatan
Salah satu warga bernama Mang Ucok menjadi orang pertama yang mengangkat Ahmid dan Dian dari timbunan longsor. Mang Ucok adalah warga Cipajaran yang sedang bekerja di lokasi yang sama namun berada di posisi berbeda sehingga selamat dari longsor.
Ahmid, kata Yati, menyebut-nyebut nama Mang Ucok, bahkan secara langsung Ahmid menyampaikan terima kasih kepad Ucok. Ahmid berhutang nyawa. “Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih kepada semua, tim SAR, aparat kepolisian, TNI, dan warga. Kami enggak bisa membalas kebaikan itu, semoga Allah SWT yang membalasnya,” ucap Yati.
Dalam proses penanganan pascakejadian, Yati Kartika, yang juga masih keluarga Ahmid dan merupakan kader Posyandu RW 05, ditunjuk keluarga untuk mengurus serah terima dan pendampingan korban. Ia mengaku harus bolak-balik mengantar Ahmid dan Dian ke fasilitas kesehatan.
“Saya panik, bolak-balik ke rumah sakit. Ngantar Bapak, ngantar Dian, terus ke rumah sakit lain menjemput keluarga yang dirujuk,” katanya. Yati juga mengungkapkan bahwa pihak keluarga sempat menenangkan anggota keluarga lain dengan cara menunda penyampaian kabar duka terkait korban meninggal dunia. Hal itu dilakukan agar keluarga tidak panik saat proses evakuasi masih berlangsung.
“Baru dikasih tahu setelah di puskesmas,” ujarnya.
Kondisi Korban dan Rencana Syukuran
Lina Ratnawati, menantu Ahmid, mengatakan bahwa saat ini mertua dan adik iparnya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Universitas Padjajaran. "Kondisi Dian mengalami patah tulang di bagian kaki, dan Bapak kemarin masih syok, tapi sekarang sudah membaik," ucapnya.
Ia mengaku dalam waktu dekat pihak keluarga akan menggelar syukuran atas keselamatan orang tua dan adiknya tersebut. "Kami akan syukuran, mau bikin nasi tumpeng. Terima kasih semua warga dan Tim SAR yang telah membantu penyelamatan keluarga kami," katanya.
Kesimpulan
Peristiwa longsor di Cisempur pada Jumat (2/1/2026) siang, menimbun enam orang pekerja. Dua orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara empat lainnya meninggal dunia. Seluruh korban telah berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar