Marc Marquez lebih gampang juara di Ducati, kembali ke Honda cuma teori

nurulamin.proPembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, menegaskan jawabannya soal rumor kembali ke Honda setelah menuai kesuksesan bersama Ducati.

Tebak-tebakan ke mana Marc Marquez berlabuh saat kontrak Ducati habis mengarah pada asumsi kembali ke Honda.

Kontrak Marquez dengan Ducati Lenovo akan habis pada akhir Desember 2026.

Pada pertengahan tahun ini, bursa transfer pembalap MotoGP diprediksi akan banyak menyorot nama Marquez.

Tidak sedikit prediksi, angan-angan, atau permisalan sejumlah pihak yang menginginkan pembalap berusia 32 tahun ini kembali reuni dengan Honda.

Terlebih ketika MotoGP sudah dibeli oleh Liberty Media yang gemar mengangkat sisi entertainment melalui kisah dramatis di balik setiap balapan yang bergulir seperti yang terjadi di Formula1.

Namun Marquez sendiri akhirnya mulai memberi penegasan demi menghentikan asumsi-asumi tersebut. Dia mengisyaratkan sudah berada di zona nyaman bersama skuad si Merah Borgo Panigale. 

Menurut Marquez, kembalinya dia ke Honda masih berupa sekadar teori saja.

"Ini lebih banyak teori daripada praktik," kata Marc Marquez dikutip nurulamin.prodari Motorsport.

"Saya tidak akan membuat keputusan apa pun saat saya cedera atau tidak berada di atas motor."

"Ini adalah keputusan penting, kecuali saya benar-benar yakin tentang hal itu," tandasnya.

Juara dunia sembilan kali ini juga menyatakan bahwa bersama Ducati telah memberinya rumah baru yang membuat perasaannha menjadi baik.

Empat tahun menjalani masa sulit di akhir kisahnya bersama Repsol Honda, ketika cedera parah di lengan kanan, seakan telah membuat Marquez merasa cukup untuk berada dalam kondisi terpuruk.

Sekarang dia sudah menemukan kembali masa kejayaannya dan ambisi si Alien ini juga makin besar setelah debut manis bersama tim pabrikan Ducati dengan gelar juara dunia MotoGP 2025.

"Saat ini saya berada di posisi yang baik, saya kembali ke puncak, dan sekarang saatnya untuk mengambil keputusan yang tepat dan bersikap egois, hanya memikirkan diri sendiri," kata Marquez.

Soal perubahan regulasi motor MotoGP yang kapasitasnya diturunkan menjadi 850cc dan memakai pasokan ban Pirelli, Marquez menyadari bahwa tim mana yang akan tampil bagus, itu tidak bisa diprediksi siapapun.

Walau Honda menunjukkan tanda bangkit setelah memiliki sejumlah kemajuan di musim lalu, hal ini tampaknya juga belum bisa membuat Marquez kesengsem untuk kembali ke pabrikan Asaka, Jepang.

"Pada tahun 2027, tidak ada yang bisa menjamin Anda akan mendapatkan motor terbaik."

"Saat diuji, semuanya akan ditentukan. Anda harus mempercayai insting Anda. Ini akan menjadi tahun di mana segalanya bisa terjadi. Anda harus mengelolanya sebaik mungkin," tukas dia.

Ketika pertanyaan yang sama tentang Honda diajukan kepadanya lagi di acara Campioni in Festa Ducati pada bulan Desember, Marquez menegaskan kembali jawabannya yang tampak ingin bertahan bersama Ducati.

“Jelas bahwa kami memiliki motor tercepat untuk tahun depan, dan itu adalah hal yang paling penting," tutur Marquez.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan