Mari berhemat dengan disiplin!


Oleh Amidi
Melihat fenomena ekonomi yang terjadi belakangan ini, sebagian besar masyarakat di negara ini masih merasakan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan pendapatan atau penghasilan mereka cenderung menurun. Oleh karena itu, bagi mereka yang termasuk dalam kategori memiliki pendapatan pas-pasan dan kelas menengah bawah, sangat penting untuk memaksakan diri untuk menabung.

Memang, dalam situasi seperti ini, menyisihkan sebagian dari pendapatan bisa terasa berat. Namun, kebiasaan menabung harus dipaksakan agar dapat memenuhi kebutuhan mendesak atau menghadapi kondisi darurat di masa depan. Terkadang, banyak orang mengeluh bahwa bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah susah. Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga barang kebutuhan pokok dan semakin bertambahnya kebutuhan lainnya.

Selain itu, banyak kepala keluarga yang masih belum mampu melepaskan tanggung jawabnya. Di negara ini, rata-rata satu keluarga harus menanggung 2 hingga 3 anggota keluarga, yaitu istri dan anak-anak. Dengan jumlah tanggungan yang begitu besar, pendapatan yang diterima menjadi lebih sedikit. Selain itu, banyak anggota keluarga yang belum bekerja, sehingga pendapatan secara keseluruhan terus mengalami penurunan.

Menabung sangat penting! Menyisihkan sebagian pendapatan atau menabung tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan tak terduga di masa depan, tetapi juga sebagai persiapan jika terjadi pengeluaran darurat. Jika kepala keluarga sakit atau mengalami halangan, maka tabungan bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. Khususnya bagi mereka yang bekerja di sektor informal, menabung sangat penting sebagai antisipasi.

Sementara itu, bagi kepala keluarga yang bekerja di sektor formal dengan gaji tetap bulanan, meskipun mereka sakit atau mengalami halangan, mereka tetap bisa menerima gaji. Namun, jika sakit menahun, maka gaji tersebut bisa terancam. Jika mereka harus berhenti bekerja, maka penghasilan bulanan akan hilang.

Untuk itu, menabung sangat penting, baik bagi mereka yang memiliki pendapatan pas-pasan maupun yang memiliki penghasilan lumayan. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memaksakan diri menabung:

Cara Membuat Tabungan Tanpa ATM

Bagi yang ingin menyisihkan pendapatan, bisa membuka tabungan tanpa ATM. Saat membuka tabungan, mintalah kepada teller bank untuk tidak diberikan ATM atau aplikasi tabungan, hanya buku tabungan saja. Jika sudah terlanjur memiliki tabungan dengan ATM, bisa membuka rekening baru tanpa ATM atau memusnahkan ATM yang ada.

Dengan tabungan tanpa ATM, dana yang tersimpan tidak bisa langsung diambil. Jika ingin mengambilnya, harus datang ke bank dan melalui teller. Biasanya, orang malas pergi ke bank karena antrian panjang. Dengan demikian, tabungan tanpa ATM bisa mencegah penggunaan dana yang sebenarnya ditujukan untuk tabungan.

Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Cara lain adalah dengan membuka tabungan berupa asuransi, seperti DPLK. Bank sering menawarkan DPLK kepada nasabah, misalnya DPLK-SIMPONI dari BNI. Dana yang disimpan dalam DPLK tidak bisa diambil seperti tabungan biasa. Pengambilan hanya bisa dilakukan sesuai ketentuan atau setelah pensiun.

Dengan DPLK, dana yang terkumpul akan bertambah karena adanya jasa pengembangan dari bank. Ini bisa menjadi bentuk tabungan jangka panjang yang efektif.

Membeli Aset

Membeli aset dengan cara mencicil juga bisa menjadi cara untuk memaksakan diri menabung. Misalnya, membeli emas atau tanah dengan cicilan. Dengan cara ini, uang yang dikeluarkan tidak terasa berat dan bisa membuat kita disiplin dalam menyisihkan pendapatan.

Arisan Bulanan

Bagi ibu-ibu atau emak-emak, ikut arisan bulanan bisa menjadi cara untuk menyisihkan pendapatan. Dengan membayar uang arisan, kita terpaksa menyisihkan sebagian pendapatan. Namun, harus hati-hati dalam menggunakan uang arisan yang diterima, agar tidak justru menyulitkan diri sendiri.

Jika uang arisan digunakan untuk membeli aset seperti emas, maka akan sangat bermanfaat sebagai cadangan dana di masa depan.

Selamat mencoba!!!

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan