
Penghargaan Frans Seda Award 2025 untuk Kategori Pendidikan dan Kemanusiaan
Empiriani Maria Ina Magi dan Dissa Syakina Ahdanisa berhasil meraih Frans Seda Award 2025 dalam kategori Pendidikan dan Kemanusiaan. Selain itu, Muhammad Aripin terpilih sebagai pemenang favorit oleh dewan juri. Penghargaan ini memberikan pengakuan atas dedikasi para anak muda Indonesia yang berkontribusi dalam isu sosial, pendidikan, serta pemberdayaan komunitas.
Penghargaan dua tahunan ini diberikan kepada individu muda yang dianggap memiliki kontribusi signifikan dalam bidang sosial dan pendidikan. Acara penganugerahan berlangsung pada 5 Desember 2025 di Kampus Semanggi, sebagai bagian dari rangkaian penutup Lustrum XIII Unika Atma Jaya. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Atma Jaya dan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya bekerja sama dengan Frans Seda Foundation.
Finalis dari Berbagai Daerah
Finalis Frans Seda Award 2025 berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Dalam kategori Pendidikan, para finalis antara lain:
- Empiriani Maria Ina Magi (Sekolah Alam Dyatame)
- Ima Novita Siregar (Alusi Tao Toba)
- Magdalena Oa Eda Tukan (Simpasio Institute)
Sementara itu, kategori Kemanusiaan diikuti oleh:
- Dissa Syakina Ahdanisa (Deaf Caf Finger Talk & Deaf Car Wash)
- Mariana Noda Ngara, S.IP. (Relawan SOPAN)
- Muhammad Aripin (Rumah Kreatif dan Pintar)
Para finalis dinilai atas karya nyata mereka dalam berbagai isu, seperti pemberdayaan perempuan dan disabilitas, pelestarian arsip budaya, penguatan literasi, serta pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat.
Warisan Semangat Frans Seda
Ketua Panitia Frans Seda Award 2025, Dr. Angela Oktavia Suryani, menjelaskan bahwa penghargaan ini bertujuan untuk menghormati nilai kemanusiaan dan pengabdian Frans Seda (19262009). Frans Seda Award ingin menguatkan dan memperluas dampak para pelaku perubahan muda. Semangat Frans Seda hidup dalam karya mereka, ujar Angela.
Menurutnya, ajang ini memasuki babak baru dengan semakin banyak inisiatif akar rumput yang lahir dan berkembang di berbagai daerah. Dari ratusan pendaftar, enam kandidat terbaik akhirnya terpilih.
Rektor Unika Atma Jaya, Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S.(K), menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung generasi muda yang memberi dampak sosial. Penganugerahan ini diharapkan menjadi momentum untuk mengenalkan karya inspiratif generasi muda serta mendorong lebih banyak inisiatif yang berpihak pada pendidikan dan kelompok rentan, katanya.
Kiprah Para Pemenang
Empiriani Maria Ina Magi dan Dissa Syakina Ahdanisa telah membuktikan dedikasi mereka dalam memajukan pendidikan dan kemanusiaan. Mereka tidak hanya berkontribusi secara teoritis, tetapi juga melalui tindakan nyata di lapangan. Contohnya, Dissa Syakina Ahdanisa aktif dalam kegiatan yang mendorong inklusi bagi penyandang disabilitas, sementara Empiriani Maria Ina Magi fokus pada pendidikan berbasis alam.
Muhammad Aripin, pemenang favorit, juga menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ruang yang ramah bagi anak-anak dan masyarakat luas. Kiprahnya dalam membangun Rumah Kreatif dan Pintar menunjukkan upaya konkret dalam memperkuat kapasitas masyarakat.
Kesimpulan
Frans Seda Award 2025 tidak hanya menjadi penghargaan, tetapi juga momen penting untuk menginspirasi generasi muda Indonesia. Melalui pengakuan ini, diharapkan lebih banyak lagi inisiatif yang muncul dan berkembang, terutama dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar