
Pergeseran Karier Mees Hilgers
Di tengah keheningan yang terus berlanjut, Mees Hilgers mengambil langkah penting dalam karier sepak bolanya. Seorang bek timnas Indonesia berusia 24 tahun tersebut memutuskan untuk berganti agensi. Keputusan ini diambil setelah masa depannya di FC Twente tidak jelas dan kontraknya akan habis pada Juni 2026 tanpa adanya kesepakatan perpanjangan.
Pada Jumat 2 Januari 2025, Lian Sports, sebuah agensi besar Eropa, mengumumkan kedatangan Hilgers melalui akun Instagram resmi mereka. “Kami sangat senang menyambut @meeshilgers ke keluarga Lian Sports.” Kalimat sederhana ini menjadi awal dari babak baru dalam kariernya.
Kedatangan ke Lingkaran Elite
Masuk ke Lian Sports berarti masuk ke lingkaran elite dunia sepak bola. Agensi ini tidak hanya menaungi pemain-pemain ternama seperti Milos Kerkez dan Federico Chiesa dari Liverpool, tetapi juga Nikola Milenkovic (Nottingham Forest), Josip Sutalo (Ajax Amsterdam), Kalidou Koulibaly (Al Hilal), dan Andre Onana yang kini bermain di Trabzonspor. Selain itu, Lian Sports juga menaungi pelatih-pelatih dengan reputasi Eropa seperti Marco Rossi dan Daniele De Rossi.
Dengan bergabungnya Hilgers ke Lian Sports, ia berada dalam sistem yang memahami sepak bola sebagai karier jangka panjang, bukan sekadar musim ke musim. Ini menjadi langkah strategis mengingat situasinya di FC Twente yang semakin dingin.
Situasi di FC Twente
FC Twente, klub yang membesarkan namanya, justru menjadi ruang paling dingin baginya saat ini. Ia hampir bergabung dengan klub Prancis, Brest, musim ini, tetapi kepindahan Hilgers gagal di fase akhir. Setelah itu, segalanya berubah. Ia tak dimainkan, tak masuk rotasi, dan dilaporkan “dibekukan” oleh klub.
Kontraknya yang akan habis Juni 2026 tanpa adanya kesepakatan perpanjangan membuat situasi semakin sulit. Dalam sepak bola modern, situasi seperti ini sering berujung pada pinggir lapangan—bukan karena kualitas, melainkan kalkulasi bisnis.
Rekam Jejak yang Mengesankan
Meskipun begitu, rekam jejak Hilgers bersama Twente tidak bisa diabaikan. Ia menjalani debut tim senior pada Desember 2020, langsung dalam laga besar menghadapi Ajax Amsterdam. Sejak itu, ia tumbuh perlahan, konsisten, dan dipercaya. Total 132 penampilan di semua kompetisi, dengan empat gol dan dua assist dari posisi bek tengah—angka yang mencerminkan stabilitas, bukan sensasi.
Diam yang Berubah Menjadi Langkah
Musim ini, Hilgers belum bermain satu menit pun. Sebuah paradoks bagi pemain yang secara usia berada di fase matang untuk melompat lebih tinggi. Karena itu, pindah agensi bukan sekadar ganti perwakilan. Ini adalah bahasa perlawanan yang paling sunyi. Ketika klub menahan, Hilgers membuka jalur lain. Ketika menit bermain tak datang, ia menyiapkan pintu keluar.
Simbol Generasi Diaspora
Bagi sepak bola Indonesia, langkah ini tak bisa dibaca sebagai kabar biasa. Mees Hilgers bukan hanya bek tengah; ia simbol generasi pemain diaspora yang berjuang di kerasnya sistem Eropa. Jalannya tak selalu lurus, tetapi pilihannya hari ini menunjukkan satu hal: ia belum menyerah pada keadaan.
Dalam sunyi, Mees Hilgers memilih bergerak. Dan dalam sepak bola, sering kali, keputusan paling penting memang diambil jauh dari sorak penonton.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar