
Pelantikan 138 Kepala Sekolah di Takalar, Fokus pada Pembenahan Sistem Pendidikan
Pelantikan sebanyak 138 kepala sekolah oleh Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menjadi perhatian besar masyarakat setempat. Acara yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar pada Selasa (09/12/2025) menarik perhatian banyak pihak karena komposisi dan kualitas SDM para kepala sekolah tersebut.
Acara pelantikan berlangsung dari pukul 20.17 Wita hingga 22.12 Wita dalam suasana penuh sesak. Banyak keluarga kepala sekolah memadati trotoar menuju ruangan, dengan sebagian duduk di anak tangga atau bahkan tanpa alas kaki. Beberapa orang berdiri di dua pintu masuk ruangan, mengintip prosesi dari luar.
Para kepala sekolah tampil seragam, dengan laki-laki mengenakan jas hitam, celana hitam, kopiah hitam, dan dasi merah. Sementara perempuan memakai jas dan rok hitam, kerudung hitam, serta dasi merah. Barisan mereka terlihat rapi dan formal di tengah kerumunan keluarga.
Komposisi Kepala Sekolah
Dari total 138 kepala sekolah, 122 adalah kepala SD dan 16 kepala SMP. Komposisi ini menunjukkan bahwa pembenahan terbesar dilakukan pemerintah daerah menyasar jenjang sekolah dasar, fase penting dalam pembentukan karakter dan kemampuan literasi anak.
Sebanyak 86 kepala sekolah merupakan perempuan dan 52 laki-laki. Dominasi perempuan cukup mencolok dan bukan hal baru dalam dunia pendidikan dasar. Diantara perempuan tersebut, terdapat satu kepala sekolah bergelar doktor dan 17 bergelar magister. Hal ini menunjukkan peningkatan kualitas akademik kepemimpinan perempuan di Takalar.
Total 28 kepala sekolah bergelar magister, terdiri dari 17 perempuan dan 11 laki-laki. Kualifikasi ini menjadi modal penting untuk mencapai target Bupati Daeng Manye terkait ketertiban administrasi, kedisiplinan pendataan, dan peningkatan kualitas pembelajaran.
Generasi Baru Pemimpin Sekolah
Sebanyak 48 kepala sekolah merupakan guru lapangan yang naik jabatan, terdiri dari 5 guru SMP dan 43 guru SD. Mereka menjadi “energi baru” dengan pengalaman kelas masih kuat, sehingga diharapkan membawa gaya kepemimpinan yang lebih dekat dengan kebutuhan murid.
Dari 138 kepala sekolah, jabatan fungsional mereka terdiri dari: * Guru Ahli Pertama: 1 orang * Guru Ahli Muda: 23 orang * Guru Ahli Madya: 24 orang
Artinya, sekitar 35 persen berada pada level ahli, menunjukkan kapasitas profesional yang memadai untuk mendukung transformasi pendidikan.
Peran Kepala SMP dalam Transisi Siswa
Sebanyak 16 kepala SMP memiliki peran strategis dalam mengelola masa transisi siswa dari SD menuju remaja fase kritis terkait karakter, teknologi, dan pergaulan. Kekuatan kepemimpinan di tingkat ini akan menentukan kesiapan siswa menuju jenjang lebih tinggi.
Bupati Daeng Manye menegaskan bahwa pelantikan kali ini tidak ada pungli dan murni berdasarkan kompetensi. Ia menuntut para kepala sekolah menjadi pemimpin perubahan.
Tantangan yang Menghadang
Beberapa tantangan utama yang harus dihadapi meliputi: * Pembenahan budaya administrasi, * Pengawalan kualitas pembelajaran, * Adopsi digitalisasi pendidikan, * Peningkatan posisi Takalar dalam peringkat pendidikan provinsi.
Siapkah 138 Tokoh Ini Menggerakkan Transformasi?
Data menunjukkan potensi besar, dengan dominasi perempuan berpendidikan tinggi, 28 bergelar magister, 48 unggulan dari guru lapangan, dan 122 pemimpin baru SD sebagai pondasi utama. Namun keberhasilan tetap bergantung pada konsistensi dan disiplin menjalankan kebijakan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar