Peristiwa Tragis yang Mengguncang Keluarga Pelatih Valencia
Istri pelatih Valencia, Martin Carreras Fernando, mengalami kesedihan mendalam setelah suaminya dan dua anaknya hilang dalam peristiwa tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di Selat Padar. Kejadian ini terjadi pada Jumat (26/12/2025), dan hingga kini, keluarga masih mencari keberadaan mereka.
Sebelumnya, tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu jenazah anak dari Martin dan Mar Martinez. Jenazah tersebut ditemukan sekitar pukul 06.05 Wita di perairan utara Pulau Serai, Labuan Bajo, pada Senin (29/12/2025). Meskipun penemuan ini memberikan sedikit harapan, istri pelatih Valencia tetap berharap dapat menemukan suaminya dan ketiga anaknya yang lain.

Diketahui, Mar Martinez bersama satu putrinya, Ortuno Andrea, selamat dalam tragedi tersebut. Namun, ia harus kehilangan suami dan tiga anaknya, yaitu Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martinez Ortuno Enriquejavier. Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, hadir untuk menemui istri pelatih Valencia yang sedang berduka.
Istri pelatih Valencia itu langsung berjabat tangan dengan Gubernur NTT. Ia memeluk Gubernur NTT sambil menangis dan meminta bantuan agar mencari suami dan anaknya hingga ditemukan. Dalam luapan emosinya, ia bahkan sempat bersimpuh dan menyampaikan rasa duka atas musibah yang terjadi.
“Please help,” ujar istri pelatih Valencia, dilansir dari Kompas.com. Gubernur NTT berusaha menenangkan istri pelatih tersebut. Ia berjanji bahwa tim penyelamat akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari sang suami dan anaknya yang masih hilang.
Momen ini membuat semua yang ada dalam ruangan terdiam. Melalui seorang penerjemah, istri korban mengungkapkan rasa syukurnya karena jasad anaknya telah ditemukan dan kini telah ia ikhlaskan. “Dia sudah bersyukur anaknya yang telah ditemukan sekarang sudah ada di dalam hatinya. Ia berharap yang lain juga bisa segera ditemukan. Tolong, Pak,” ujar ibu korban menyampaikan harapannya kepada Gubernur NTT.
Mar Martinez Ortuno, tak kuasa menangis melihat jasad putrinya di kantong jenazah. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Informasi awal penemuan jenazah ini diterima dari warga setempat.
Diketahui, Mar Martinez sudah berada di Pelabuhan Marina Labuan Bajo sejak Minggu (28/12/2025) pagi. Dia datang melihat langsung pengiriman logistik dan keberangkatan tim SAR tambahan ke Pulau Padar untuk mencari suami dan anak-anaknya.
Kronologi Penemuan Jenazah
Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan informasi awal diterima dari seorang warga Pulau Serai bernama Nasaruddin. "Kami menerima informasi dari warga Pulau Serai Labuan Bajo Bapak Nasaruddin bahwa beliau melihat satu jenazah yang mengambang di pinggir perairan utara Pulau Serai Labuan Bajo dan langsung Tim SAR Gabungan menuju lokasi penemuan dengan menggunakan RIB Pos SAR Manggarai Barat guna melaksanakan evakuasi korban menuju Labuan Bajo," ujar Fathur Rahman, dikutip Tribunflores.com.
Setelah menerima laporan tersebut, unsur SAR segera bergerak menuju titik penemuan menggunakan rigid inflatable boat (RIB) milik Pos SAR Manggarai Barat. Proses evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi arus laut dan keselamatan personel.
Jenazah kemudian dibawa ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo dan tiba sekitar pukul 07.30 Wita. Dari pelabuhan, korban langsung dievakuasi ke RSUD Komodo Labuan Bajo menggunakan ambulans untuk menjalani proses identifikasi medis oleh tim forensik.
“Tim SAR Gabungan tiba di Pelabuhan Marina Labuan Bajo pada Pukul 07.30 Wita dan korban langsung dibawah ke RSUD Komodo menggunakan ambulance KPP Labuan Bajo, ibu dan keluarga korban ikut dalam mobil ambulance tersebut untuk memastikan bahwa jenazah yang ditemukan merupakan anak perempuannya melalui proses identifikasi secara medis oleh tim forensik RSUD Labuan Bajo,” lanjut Fathur.
Dalam operasi pencarian, Tim SAR Gabungan menghadapi tantangan karakter perairan di sekitar Pulau Padar yang dikenal memiliki arus laut kuat dan berubah-ubah. Perairan ini merupakan jalur pertemuan arus dari Laut Flores dan Selat Sape, sehingga pergerakan arus dapat membawa objek terapung menjauh dari lokasi awal kejadian.
Karakter perairan tersebut membuat area pencarian terus diperluas, tidak hanya di sekitar titik tenggelamnya KM Putri Sakinah, tetapi juga mengikuti pola arus permukaan yang berpotensi membawa korban ke arah utara dan barat perairan Labuan Bajo.
Selain arus, kontur perairan yang terbuka serta banyaknya pulau kecil di kawasan Taman Nasional Komodo turut memengaruhi pola penyisiran. Meski telah menemukan satu jenazah, Tim SAR Gabungan tetap melanjutkan pencarian terhadap korban lainnya.
Operasi SAR diperkuat dengan kedatangan Kapal Negara (KN) SAR Puntadewa 250 yang memiliki kemampuan pencarian di laut terbuka. “Kini Tim SAR Gabungan sudah kembali melanjutkan pencarian terhadap WNA Spanyol dan hari ini operasi SAR telah diperkuat dengan kedatangan Kapal KN SAR Puntadewa 250 pukul 20.30 Wita (28/12), sekarang sedang melaksanakan proses pencarian korban bersama Tim SAR Gabungan lainnya,” tandas Fathur dalam wawancara.
KN SAR Puntadewa 250 dilengkapi peralatan navigasi dan jangkauan operasi yang lebih luas, sehingga diharapkan mampu menjangkau area pencarian yang tidak dapat dijangkau oleh perahu kecil, terutama di perairan dengan arus kuat.
KM Putri Sakinah diketahui tenggelam di perairan Pulau Padar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (26/12/2025). Berdasarkan data Tim SAR Gabungan, kapal wisata tersebut mengangkut 11 orang, terdiri atas lima Warga Negara Indonesia (WNI) yang merupakan kapten kapal, pemandu wisata, serta anak buah kapal (ABK), dan enam penumpang berkewarganegaraan Spanyol.
Dari total penumpang dan kru tersebut, tujuh orang berhasil selamat. Sementara empat orang lainnya dinyatakan masih hilang dan seluruhnya merupakan wisatawan Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar