
nurulamin.pro Dani Pedrosa mengungkapkan bahwa salah satu saingan utama Veda Ega Pratama di kelas Moto3 2026, Maximo Quiles, adalah calon bintang masa depan MotoGP. Selain Quiles, Pedrosa juga menyoroti pembalap kelas Moto2, David Alonso. Keduanya dinilai memiliki bakat yang luar biasa dalam dunia balap motor.
Quiles memulai debutnya di Moto3 pada musim 2025 lalu. Performanya bisa dibilang sangat menjanjikan. Bagaimana tidak? Dalam musim pertamanya, ia mampu meraih sembilan podium, termasuk tiga kemenangan. Pemuda berusia 17 tahun ini bahkan berhasil menduduki posisi ketiga di klasemen akhir Moto3 2025.
Melihat pencapaian tersebut, pujian dari Pedrosa terasa wajar. Ia menyampaikan bahwa ada beberapa pembalap yang layak masuk daftar talenta besar. Namun, ia juga menegaskan bahwa masa depan masih belum jelas. "Kita belum tahu apa yang akan terjadi ke depannya," ujarnya. "Di satu sisi, kita tidak bisa memprediksi semua hal. Namun, potensi besar terlihat dari nama Alonso hingga Quiles."
Pedrosa menambahkan bahwa banyak sekali talenta baru yang muncul. Mereka akan menjadi penentu standar bagi generasi berikutnya. "Mereka juga yang akan memberikan balapan fantastis kepada kita," katanya.
Menyambut gelaran Moto3 2026, situasi semakin menarik. Terlebih lagi, pembalap asal Indonesia, Veda Ega Pratama, akan tampil secara reguler di ajang tersebut. Veda tentu harus waspada terhadap Quiles, yang memiliki kesempatan belajar dari Marc Marquez, mentor sekaligus legenda MotoGP.
Marquez sendiri pernah membahas prestasi Quiles. Ia memperingatkan agar tidak memberikan tekanan berlebihan kepada saingan Veda. "Maximo datang dengan energi dan mental yang kuat," ujarnya. "Hal itu sangat dibutuhkan oleh para talenta muda. Meski dia spesial, saat ini dia harus menikmati prosesnya."
Marquez juga menekankan bahwa sebagai seorang talenta muda, Quiles harus melakukan kesalahan-kesalahan. "Dia harus menghabiskan momen indah di kejuaraan dunia. Lebih penting lagi, dia harus tahu bagaimana menggunakan media sosial dan komentar yang tepat." Menurut Marquez, yang terpenting adalah tetap rendah hati dan membumi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar