Mendag Perkirakan Ekspor RI Capai Rp6,76 Kuadriliun pada 2029


berita
,
JAKARTA Pemerintah Indonesia memiliki rencana ambisius untuk meningkatkan nilai ekspor negara ini hingga mencapai angka US$405,69 miliar atau sekitar Rp6,76 kuadriliun pada tahun 2029. Target ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang yang dirancang oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam rangka memperkuat posisi ekonomi nasional di pasar global.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa pemerintah akan mengejar target ekspor secara bertahap, dengan peningkatan yang signifikan setiap tahunnya. Pada tahun 2024, nilai ekspor Indonesia tercatat meningkat sebesar 2,70% dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu mencapai US$266,53 miliar. Namun, target untuk tahun ini dan berikutnya terus ditingkatkan agar dapat mencapai angka yang lebih tinggi.

Jika kita berhasil mencapai US$315 miliar, itu akan menjadi rekor tertinggi dalam sejarah ekspor Indonesia, ujar Budi saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Jumat (12/12/2025). Ia menambahkan bahwa target ekspor pada 2029 adalah US$405,69 miliar. Untuk mencapainya, pemerintah menetapkan pertumbuhan bertahap, yaitu:

  • Tahun 2025: US$294,45 miliar
  • Tahun 2026: US$315,31 miliar
  • Tahun 2027: US$340,2 miliar
  • Tahun 2028: US$370,04 miliar
  • Tahun 2029: US$405,69 miliar

Budi menjelaskan bahwa target ekspor untuk tahun depan sedikit lebih rendah dibandingkan tahun ini, karena pertumbuhan ekspor pada 2025 sudah sangat tinggi, yakni sebesar 7,1%. Sementara itu, pertumbuhan ekspor pada 2026 ditargetkan naik sebesar 7,09%.

Karena pertumbuhan awalnya cukup besar, maka tahun depan sedikit lebih rendah, tetapi tetap mengarah pada pencapaian rekor baru, tambahnya. Budi optimis bahwa target tersebut bisa tercapai, mengingat banyaknya perjanjian dagang yang telah dilakukan dengan mitra dagang, baik melalui Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) maupun Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA).

Salah satu langkah yang akan diambil oleh Kemendag adalah menyelenggarakan forum bisnis dan business matching secara daring, termasuk untuk pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Tujuannya adalah agar UMKM dapat lebih mudah menembus pasar global, khususnya Uni Eropa. Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan ekspor Indonesia semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar internasional.

Selain itu, pemerintah juga fokus pada pasar dan produk yang memiliki potensi tinggi. Hal ini dimaksudkan agar akses pasar menjadi lebih luas dan mudah, sehingga nilai ekspor dapat meningkat secara signifikan.

Dengan strategi yang terencana dan komitmen penuh dari pemerintah, ekspor Indonesia diharapkan tidak hanya mencapai target, tetapi juga menjadi salah satu indikator utama pertumbuhan ekonomi nasional. Budi menyatakan bahwa target ekspor tersebut juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% dalam beberapa tahun ke depan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan