
Kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di Sekolah Terdampak Bencana
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu'ti, akan hadir dalam upacara hari pertama masuk sekolah di daerah terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang. Kehadiran ini dijadwalkan berlangsung pada Senin (5/1/2026), yang merupakan hari pertama masuk sekolah setelah bencana melanda.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, kehadiran Mendikdasmen akan menjadi pembina upacara di SMA 4 Kejuruan Aceh Tamiang. Ia menyampaikan bahwa kehadiran menteri tersebut bertujuan untuk memberikan semangat serta menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kelangsungan pendidikan di daerah yang terkena dampak bencana.
"InsyaAllah Pak Menteri akan hadir dan menjadi pembina upacara di SMA 4 Kejuruan Aceh Tamiang," ujarnya pada Sabtu (3/1/2026).
Murthalamuddin, yang juga sebagai Juru bicara Pos Komando (Posko) Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, menjelaskan bahwa kehadiran Mendikdasmen adalah bagian dari upaya mempercepat pemulihan dan pembangunan kembali fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana. Ia mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Menteri, yang akan hadir langsung di lokasi yang paling parah terdampak bencana.
"Kita berharap dengan kehadiran Pak Menteri dapat mempercepat pemulihan dan pembangunan berbagai fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana," katanya.
Dampak Bencana di Kabupaten Aceh Tamiang
Kabupaten Aceh Tamiang adalah salah satu wilayah di Provinsi Aceh yang mengalami dampak cukup parah akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu. Bencana ini menyebabkan kerusakan signifikan terhadap berbagai infrastruktur, termasuk fasilitas pendidikan.
Menurut data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, total sekolah di daerah tersebut mencapai 459 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 65 unit tidak terdampak bencana, sedangkan 394 lainnya mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor.
Adapun rincian kerusakan sekolah adalah sebagai berikut:
- Sekolah rusak ringan: 47 unit
- Sekolah rusak sedang: 269 unit
- Sekolah rusak berat: 78 unit
Dengan kondisi ini, upacara hari pertama masuk sekolah di Aceh Tamiang menjadi momen penting untuk menunjukkan dukungan pemerintah dan membangkitkan semangat bagi siswa dan guru yang terdampak bencana. Kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di SMA 4 Kejuruan Aceh Tamiang diharapkan mampu menjadi motivasi bagi seluruh komunitas pendidikan di daerah tersebut.
Upaya Pemulihan dan Kesiapan Sekolah
Seiring dengan rencana kehadiran Menteri, pihak dinas pendidikan setempat telah melakukan berbagai langkah pemulihan. Beberapa sekolah yang rusak berat sedang dalam proses perbaikan, sementara yang rusak ringan dan sedang sudah mulai difungsikan kembali. Selain itu, beberapa bantuan dari pemerintah pusat dan daerah juga telah dialokasikan untuk mendukung kebutuhan dasar siswa dan tenaga pendidik.
Pemulihan pendidikan di Aceh Tamiang tidak hanya terbatas pada perbaikan fisik sekolah, tetapi juga mencakup pelibatan masyarakat dan pengembangan program pendidikan yang lebih inklusif. Hal ini menjadi langkah strategis untuk memastikan semua anak dapat melanjutkan pendidikannya meski dalam situasi yang tidak ideal.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar