Mengapa John Herdman Menerima Tawaran PSSI Latih Timnas Indonesia

John Herdman: Alasan Menerima Tawaran PSSI

Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, telah mengungkapkan alasan mengapa dia menerima tawaran dari PSSI untuk melatih skuad Garuda. Menurutnya, PSSI memiliki semangat dan komitmen yang sama dengannya dalam menggali potensi sepak bola lokal. Hal ini mirip dengan apa yang dilakukannya ketika menangani Timnas Kanada.

"ini tentang menemukan proyek yang tepat, yang bisa Anda rasakan semangat dan intensitas dari para penggemarnya," ujar pelatih asal Inggris tersebut dikutip The Canadian Press, Sabtu (3/1/2026).

John Herdman dipastikan akan menangani Timnas Indonesia setelah PSSI secara resmi mengumumkan penunjukannya melalui kanal resmi federasi pada hari yang sama. Dia diberi kontrak jangka panjang selama dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun. Skema ini dikenal sebagai kontrak 2+2.

Selain menangani timnas senior, pelatih berusia 50 tahun itu juga akan memimpin timnas U23. Ini menjadi tantangan baru bagi Herdman yang sebelumnya terbiasa bekerja di level pemain dewasa.

Proyek yang Mirip dengan Kanada

Eks juru taktik Toronto FC itu mengaku tertarik dengan proyek yang dikerjakan PSSI karena memiliki kemiripan dengan Timnas Kanada yang sedang membangun kekuatan untuk menembus Piala Dunia. Apalagi, Indonesia juga merupakan negara besar yang memiliki banyak talenta lokal yang dapat dipadukan dengan sejumlah pemain naturalisasi.

Beberapa bintang lokal seperti Rizky Ridho dan Beckham Putra, serta pemain-pemain yang berkarier di liga top Eropa seperti Jay Idzes (Sassuolo), Kevin Diks (Borussia Monchengladbach), dan Calvin Verdonk (Lille) menjadi bukti bahwa potensi sepak bola Indonesia sangat besar.

"Apa yang saya lihat adalah potensi itu ada di sana. Negara ini sangat mirip dengan Kanada," ujar Herdman yang tengah berlibur di Meksiko bersama keluarganya.

Sejarah Sepak Bola Indonesia

Sepanjang sejarah, Indonesia pernah sekali tampil di Piala Dunia 1938 dengan membawa nama Hindia Belanda. Namun, Indonesia belum pernah lagi merasakan atmosfer Piala Dunia setelah merdeka pada 17 Agustus 1945.

Kini, tugas itu akan diemban oleh John Herdman untuk memimpin Indonesia melangkah ke Piala Dunia 2030. Dia dikabarkan akan hadir di Indonesia pada pekan depan untuk konferensi pers pengenalannya sebagai pelatih baru skuad Garuda.

Herdman datang lebih cepat sebagai upaya menyelami dan mempelajari budaya lokal guna mempermudah pekerjaannya selama di Indonesia.

"Saya pikir itu adalah bagian yang sangat penting untuk mempelajari budayanya, membaur secara sepenuhnya," kata John Herdman.

"Anda harus memahami orang-orang dan budayanya untuk membangun koneksi itu," ungkap dia.

Riwayat Karier John Herdman

John Herdman menjadi suksesor dari Patrick Kluivert yang menyudahi kerja sama dengan PSSI pada pertengahan Oktober tahun lalu. Sebelum menangani skuad Garuda, juru taktik 50 tahun itu dikenal ketika meloloskan Timnas Kanada ke Piala Dunia 2022 yang menjadi momen bersejarah setelah 36 tahun.

Selain itu, dia juga membawa peringkat FIFA Timnas Kanada putra naik dari posisi 77 ke 33 dunia. Tak hanya timnas putra, tapi juga Timnas Kanada putri. Dia mengantarkan Timnas Kanada putri tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta mencetak sejarah dengan meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada 2012 dan 2016.

Dia saat ini tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang mampu mengantarkan timnas putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA.

Agenda yang Menanti di Tahun 2026

Bersama Timnas Indonesia, John Herdman telah dinanti sejumlah agenda di 2026, mulai dari FIFA Series (Maret), ASEAN Championship atau Piala AFF (Juli), dan FIFA Matchday pada Juni, September, Oktober, dan November. Ini menjadi kesempatan besar bagi Herdman untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih yang mampu membangun dan memimpin tim nasional menuju Piala Dunia.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan