Mengapa Masih Miskin? 10 Kabupaten Termiskin Jawa Tengah 2025

Mengapa Masih Miskin? 10 Kabupaten Termiskin Jawa Tengah 2025

Daftar 10 Kabupaten dengan Tingkat Kemiskinan Tertinggi di Jawa Tengah

Jawa Tengah dikenal sebagai provinsi yang kaya akan budaya dan keindahan alam. Namun, di balik pesona tersebut, terdapat dinamika ekonomi yang kompleks. Meskipun pertumbuhan ekonominya stabil, tidak semua daerah merasakan manfaat yang sama. Pada tahun 2025, sejumlah kabupaten masih menghadapi tantangan kemiskinan yang cukup serius. Berikut adalah gambaran lengkap tentang 10 daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah, beserta faktor penyebab dan harapan masa depan.

1. Kabupaten Kebumen – 15,71%

Kebumen menjadi daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah. Faktor utama yang menyebabkan hal ini adalah ketergantungan pada sektor pertanian tradisional yang belum bertransformasi. Produktivitas rendah dan minimnya lapangan kerja modern membuat masyarakat kesulitan meningkatkan taraf hidup mereka.

2. Kabupaten Brebes – 15,60%

Meski dikenal sebagai penghasil bawang merah, Brebes juga memiliki tantangan ekonomi yang signifikan. Banyak masyarakat bekerja di sektor informal yang tidak stabil. Selain itu, akses pendidikan dan kesehatan yang tidak merata turut memperparah angka kemiskinan di wilayah ini.

3. Kabupaten Wonosobo – 15,28%

Wonosobo memiliki kondisi geografis yang dominan pegunungan, sehingga banyak desa berada di wilayah sulit dijangkau. Pembangunan infrastruktur yang lambat berdampak langsung pada akses ekonomi, pendidikan, dan layanan publik. Hal ini menjadi hambatan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

4. Kabupaten Pemalang

Pemalang menghadapi tantangan karena minimnya lapangan kerja formal dan industri besar. Banyak warga mengandalkan pekerjaan serabutan yang tidak cukup untuk mengurangi angka kemiskinan secara signifikan.

5. Kabupaten Banjarnegara

Meskipun memiliki potensi wisata seperti kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara belum sepenuhnya memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur dan kualitas pendidikan yang belum merata menjadi masalah utama.

6. Kabupaten Purbalingga

Purbalingga masih bergantung pada sektor pertanian berpendapatan rendah. Kurangnya inovasi ekonomi dan keterbatasan peluang kerja di sektor lain membuat masyarakat kesulitan meningkatkan taraf hidup mereka.

7. Kabupaten Cilacap

Meski memiliki kawasan industri besar dan pelabuhan strategis, Cilacap tetap menghadapi kesenjangan ekonomi. Wilayah pedesaan yang jauh dari pusat pertumbuhan menjadi penyumbang terbesar angka kemiskinan yang tinggi.

8. Kabupaten Grobogan

Grobogan menghadapi persoalan distribusi hasil pertanian dan minimnya industrialisasi. Hal ini membuat masyarakat terjebak dalam ekonomi berbasis pertanian tradisional dengan pendapatan yang tidak stabil.

9. Kabupaten Blora

Blora bertumpu pada sektor kehutanan dan pertanian, dua sektor yang tidak memberikan pendapatan merata. Kurangnya variasi ekonomi membuat daerah ini sulit melakukan lonjakan kesejahteraan.

10. Kabupaten Sragen

Meski berada dekat dengan kota besar dan pusat ekonomi, Sragen tetap menghadapi tantangan kemiskinan akibat terbatasnya infrastruktur pendukung dan kurangnya pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Harapan Baru: Program Penanggulangan Kemiskinan Mulai Menunjukkan Hasil

Di balik angka-angka tersebut, upaya menekan kemiskinan di Jawa Tengah sebenarnya terus berjalan. Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota tengah menggenjot berbagai langkah strategis seperti:

  • Pengembangan UMKM yang lebih kompetitif
  • Bantuan sosial yang lebih tepat sasaran
  • Pembangunan infrastruktur hingga pelosok desa
  • Program pendidikan dan keterampilan untuk generasi muda
  • Digitalisasi ekonomi dan layanan publik

Dengan sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, harapan akan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif kian terbuka lebar. Setiap daerah memiliki potensi yang jika dioptimalkan, dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan jangka panjang.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan