
Pengalaman yang Berbeda dan Menyentuh
Film Wicked: For Good menawarkan pengalaman yang sangat berbeda dari film-film sebelumnya. Bukan hanya sekadar kelanjutan, film ini memberikan inovasi baru dalam dunia perfilman dengan performa box-office yang luar biasa, cerita yang lebih luas, serta pengalaman emosional yang sangat terasa oleh generasi muda seperti kita.
Pencapaian yang Mengesankan
Film ini berhasil mengungguli film pertama dan mencetak rekor dunia. Dalam debut globalnya, film ini meraup pendapatan sebesar US$226 juta, termasuk US$150 juta di AS dan Kanada selama akhir pekan pembukaannya. Angka ini menjadikannya sebagai pembukaan terbesar untuk film adaptasi musikal Broadway, melebihi ekspektasi yang sudah tinggi.
Bagi Gen Z, angka ini menjadi bukti bahwa film ini tidak hanya memenuhi hype, tetapi juga membuktikan bahwa cerita musikal skala besar masih memiliki daya tarik besar, terutama bagi penonton muda yang mencari sesuatu yang lebih dari sekadar hiburan ringan.
Cerita yang Mendalam dan Visual yang Menarik
Di balik efek visual dan parade lagu, film ini menyajikan tema yang lebih dalam: persahabatan yang diuji, identitas yang diserang, dan makna “baik” itu sendiri. Menurut beberapa sumber, film ini mengambil “lebih banyak kebebasan” dibanding versi panggungnya, termasuk penambahan lagu baru dan pengembangan karakter utama.
Contohnya adalah Elphaba (Cynthia Erivo) yang terus disalahpahami sebagai penyihir jahat, dan Glinda (Ariana Grande) yang harus memilih antara cinta, reputasi, dan keberanian. Konflik seperti ini sangat relevan bagi kita yang hidup di era media sosial, di mana reputasi bisa terbentuk tanpa kita sadar.
Dua Lagu Baru yang Tidak Kalah Seru
Fans Wicked juga kaget dengan rilisan soundtrack yang luar biasa. Kreator film ini bahkan merilis dua lagu spesial yang disesuaikan dengan latar cerita dan karakter dari Wicked.
Lagu pertama adalah The Girl in The Bubble, yang dibuat khusus untuk karakter Glinda. Judulnya sendiri sudah menunjukkan bahwa ia merepresentasikan bubble yang digunakan Glinda sebagai sarana transportasi dan juga privilege yang membuatnya populer dan terlindungi.
Lagu kedua adalah No Place Like Home, yang sangat mengeksplorasi karakter Elphaba. Lagu ini bercerita tentang hubungannya dengan negeri Oz. Bagaimana magisnya lagu ini ketika diputar di layar lebar, Gen Z bisa langsung menontonnya di bioskop favorit!
Alasan Mengapa Harus Nonton di Bioskop
Beberapa dari Gen Z mungkin suka menunggu film tayang di platform OTT. Namun, Wicked: For Good akan memberikan pengalaman yang tidak bisa didapat dari menonton secara daring.
Bagi kita yang sering merasa “terlihat tapi tak didengar”, atau “tertulis tapi tidak dibaca”, film ini memberi refleksi penting. Film ini menantang asumsi: bahwa orang yang dipuja bukan selalu benar, dan yang dicemooh bisa saja punya cerita yang belum diceritakan.
Selain itu, jika kamu suka musik yang tidak hanya menyenangkan tapi juga menggetarkan, film ini punya lagu-lagu baru dan aransemen yang dirancang khusus untuk dinikmati melalui momen layar besar. Dan jika kamu suka visual dan estetika dari set, kostum, hingga efek special, film ini salah satu yang harus ditonton di bioskop terbaik (IMAX/3D) untuk pengalaman penuh.
Catatan Sebelum Nonton
Meskipun banyak pujian, film ini memiliki sisi yang perlu disadari, yaitu beberapa kritikus menyebut pacing dan kompleksitas alurnya bisa terasa berat bagi penonton yang hanya mengharapkan pesta lagu ringan.
Jadi, jika kamu nonton dengan ekspektasi “film musikal ringan”, siapkan diri untuk masuk ke ruang yang lebih dalam dengan emosi yang kompleks dan visual yang besar.
Kesimpulan
Pada akhirnya, Wicked: For Good bukan sekadar sekuel film musikal yang menyenangkan. Ia adalah film yang mengajak kita terbang dari Yellow Brick Road ke ruang introspeksi: siapa kita, siapa yang kita anggap “jahat”, dan apa arti pengampunan dan persahabatan di dunia yang penuh label.
Jika kamu punya waktu dan ingin menonton bersama teman atau orang-orang terdekat, ini saatnya untuk pergi ke bioskop. Karena sekali lagi, film ini membuktikan bahwa musikal besar masih punya tempat untuk cerita yang besar juga.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar