Mengatasi Ketimpangan Infrastruktur Digital: Kolaborasi Hypernet dan Fortinet

Peran Hypernet Technologies dalam Membangun Infrastruktur Digital yang Merata

Ketimpangan infrastruktur digital masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Di tengah arus digitalisasi yang semakin pesat, jutaan warga di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) masih menghadapi keterbatasan akses internet. Koneksi yang mahal, tidak tersedia, atau hanya terbatas membuat jurang akses antara pusat kota dan daerah pinggiran semakin lebar. Hal ini menuntut pemerintah dan penyedia layanan untuk segera mengambil tindakan agar layanan internet dapat diperatakan secara merata.

Hypernet Technologies, sebuah perusahaan teknologi yang aktif dalam pengembangan infrastruktur digital, telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi masalah ini. Salah satu upaya mereka adalah dengan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Kerjasama ini bertujuan untuk memberikan layanan internet ke daerah 3T, yang umumnya bergantung pada media satelit.

Sudino Oei, CTO Hypernet Technologies, menjelaskan bahwa kerja sama dengan pemerintah sangat penting. Menurutnya, infrastruktur tidak bisa dibangun sendiri-sendiri, tetapi harus dilakukan bersama-sama. Dengan adanya teknologi Fixed Wireless Access (FWA), akses koneksi internet kepada pelanggan dapat meningkat. Namun, ia juga menekankan bahwa jika pelanggan sudah online, risiko serangan siber akan semakin tinggi. Saat pelanggan offline, jejak internetnya tidak ada, tetapi saat online, data mereka mulai terbuka dan rentan terhadap ancaman.

Untuk itu, Hypernet Technologies memperkuat kerja sama dengan Fortinet, salah satu pemain global dalam bidang keamanan siber. Kolaborasi ini bertujuan untuk transfer pengetahuan dan pengalaman dalam menghadapi ancaman siber. Pihak Hypernet berharap inisiatif ini dapat meningkatkan edukasi pasar tentang risiko keamanan siber.

Kemitraan Strategis dengan Fortinet untuk Keamanan Siber

Di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman siber, Hypernet Technologies resmi menjalin kemitraan strategis dengan Fortinet. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan di kantor Sudirman 7.8 Building Tower 1 pada Rabu (10/12), menandai langkah penting dalam memperkuat perlindungan digital bagi pelaku usaha di seluruh Tanah Air.

Layanan SOC (Security Operation Center) as a Service yang dihadirkan oleh kedua perusahaan bertujuan untuk menyediakan solusi keamanan siber yang komprehensif dan terjangkau. Penggabungan teknologi canggih milik Fortinet dengan pengalaman lokal Hypernet Technologies diharapkan mampu membangun ekosistem bisnis yang lebih aman dan siap menghadapi tantangan era digital.

Edwin Lim, Country Director, Fortinet Indonesia, menyampaikan bahwa pihaknya sangat antusias bermitra dengan Hypernet Technologies. Ia menilai kombinasi pengalaman global Fortinet dan pemahaman lokal Hypernet Technologies memungkinkan pengembangan layanan yang tepat sasaran sesuai kebutuhan pasar Indonesia.

Layanan SOC as a Service yang Komprehensif

SOC as a Service menawarkan berbagai fitur penting seperti pemantauan 24/7, deteksi ancaman real-time, dan rekomendasi penanganan cepat. Layanan ini dirancang agar bisnis dapat tetap fokus pada operasional inti tanpa terganggu oleh risiko keamanan. Hypernet juga menunjuk Defend IT360 sebagai strategic partner yang didukung tim ahli bersertifikasi untuk memastikan kualitas layanan.

Inisiatif ini diharapkan tidak hanya memperkuat ekosistem keamanan siber nasional, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan bisnis yang aman, terpercaya, dan siap bersaing di era ekonomi digital. Dengan kolaborasi yang kuat antara Hypernet Technologies dan Fortinet, Indonesia semakin dekat pada tujuan pemerataan infrastruktur digital yang adil dan berkelanjutan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan