
berita
- Kerontokan rambut adalah kondisi yang terjadi ketika jumlah rambut yang rontok melebihi batas normal, yaitu lebih dari 50 hingga 100 helai per hari. Secara alami, rambut mengalami siklus tumbuh, istirahat, dan rontok. Namun, ketika siklus ini terganggu, jumlah rambut yang rontok bisa meningkat dan menyebabkan penipisan rambut atau bahkan kebotakan di area tertentu. Hal ini membuat sebagian orang merasa khawatir jika kerontokan rambut mulai terlihat berlebihan dan terus-menerus.
Penyebab Kerontokan Rambut
Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti ketidakseimbangan hormon, kekurangan nutrisi penting, penggunaan obat-obatan tertentu, atau kondisi medis lainnya. Salah satu faktor penyebab yang semakin diperhatikan adalah hormon DHT (Dihydrotestosterone). Hormon ini merupakan bagian dari kelompok androgen yang berperan dalam membentuk ciri khas laki-laki, seperti tumbuhnya rambut di dada, perubahan suara menjadi lebih berat, serta peningkatan massa otot.
DHT terbentuk ketika testosteron diubah menjadi DHT melalui bantuan enzim tertentu. Menurut informasi yang tersedia, sekitar 10% testosteron pada pria maupun wanita dikonversi menjadi DHT. Selama masa pubertas, jumlah DHT dapat terus meningkat. Dibandingkan dengan testosteron, DHT memiliki efek biologis yang lebih kuat dalam mendukung perubahan fisik yang terjadi.
Pengaruh Hormon DHT terhadap Pertumbuhan Rambut
Sebuah studi menunjukkan bahwa folikel rambut di area yang mengalami kebotakan memiliki kadar DHT yang lebih tinggi dibandingkan area yang masih berambut. Beberapa ahli berpendapat bahwa pola kebotakan pada pria dapat terjadi karena adanya sensitivitas terhadap kadar hormon DHT.
Meskipun kadar DHT pada wanita jauh lebih rendah dibandingkan pria, hormon ini tetap dapat memicu kerontokan rambut pada sebagian wanita yang sensitivitasnya lebih tinggi terhadap DHT. Dengan kata lain, kadar DHT yang berada dalam kisaran normal pun bisa berdampak signifikan pada pertumbuhan rambut wanita.
Ketidakseimbangan kadar hormon DHT pada pria maupun wanita dapat meningkatkan risiko kebotakan. Seperti hormon lainnya, DHT bekerja optimal ketika kadarnya berada dalam kondisi seimbang.
Cara Menangani Kerontokan Rambut akibat Hormon DHT
Penanganan rambut yang rontok akibat kelebihan hormon DHT biasanya membutuhkan obat yang berfungsi sebagai DHT blocker. Berdasarkan informasi yang ada, dua obat yang umum digunakan untuk menangani kerontokan rambut adalah finasteride dan minoxidil.
Finasteride bekerja dengan menghambat enzim 5AR yang berperan dalam pembentukan DHT, sementara minoxidil berfungsi sebagai vasodilator yang membantu melancarkan aliran darah ke folikel rambut. Sebelum menggunakan obat-obatan ini, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Selain perawatan menggunakan obat, beberapa jenis makanan seperti kacang almond, pisang, kuning telur, wortel, biji-bijian, mangga, dan kerang diketahui dapat membantu menurunkan pembentukan DHT. Namun, efektivitas makanan tersebut dalam mencegah kerontokan rambut masih memerlukan bukti ilmiah yang lebih kuat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar