Mengenal Flu Super yang Kini Marak, Sudah Masuk Kalimantan Selatan

Mengenal Flu Super yang Kini Marak, Sudah Masuk Kalimantan Selatan

Penjelasan Mengenai Super Flu dan Langkah Pencegahan

Super flu kini menjadi topik yang banyak dibicarakan, terutama setelah kasusnya ditemukan di wilayah Kalimantan Selatan. Meskipun istilah "super flu" sering digunakan dalam berita, sebenarnya istilah ini bukanlah istilah medis resmi. Istilah tersebut merujuk pada virus influenza A(H3N2) subclade K, yang memiliki tingkat penularan yang cukup tinggi. Berikut beberapa fakta penting mengenai super flu yang perlu diketahui.

1. Super Flu Bukan Virus Baru

Super flu adalah istilah yang digunakan untuk menyebut virus influenza A(H3N2) subclade K. Virus ini tidak baru, tetapi penyebarannya saat ini tercatat lebih cepat dibandingkan varian sebelumnya. Penyebaran virus ini juga berkontribusi pada lonjakan kasus flu di berbagai daerah.

2. Gejala Mirip Flu Biasa

Gejala yang ditunjukkan oleh super flu tidak jauh berbeda dengan flu biasa. Beberapa gejala umum meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri tenggorokan, batuk, pilek, badan pegal, hingga menggigil. Meski gejalanya mirip, tingkat keparahan bisa berbeda-beda tergantung pada kondisi kesehatan individu.

3. Penularan Cepat

Salah satu alasan virus ini disebut sebagai "super flu" adalah karena penularannya yang sangat cepat. Virus dapat menyebar melalui droplet dari batuk atau bersin, serta melalui kontak langsung dengan permukaan benda yang terkontaminasi virus. Oleh karena itu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan sangat penting.

4. Pencegahan dengan PHBS

Untuk mencegah penularan virus influenza, langkah paling efektif adalah dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:

  • Menggunakan masker saat berada di tempat umum
  • Rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun
  • Menerapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut menggunakan tisu atau siku
  • Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit
  • Menjaga istirahat dan hidrasi yang cukup

5. Kelompok Rentan Perlu Waspada

Meskipun super flu termasuk dalam kategori virus influenza, komplikasi bisa terjadi bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan balita. Selain itu, penderita penyakit kronis seperti kanker, gangguan imunitas, dan penyakit jantung juga perlu lebih waspada.

Situasi di Kalimantan Selatan

Kasus influenza A(H3N2) subclade K telah terdeteksi di Kalimantan Selatan. Otoritas kesehatan memastikan bahwa situasi masih terkendali meskipun ada sejumlah kasus yang ditemukan. Menurut data Kementerian Kesehatan RI, hingga Desember 2025, total ada 62 kasus yang tersebar di beberapa provinsi, termasuk Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Di Kalimantan Selatan sendiri, terdapat 18 kasus yang semuanya berasal dari Kota Banjarmasin. Namun, semua pasien tidak menunjukkan gejala berat dan tidak memerlukan perawatan inap. “Semua kasus yang terdata tidak sampai harus dirawat inap,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Muhammad Ramadhan.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin, istilah "super flu" bukanlah nama resmi dari virus baru. Ia menjelaskan bahwa istilah tersebut digunakan oleh media untuk menyebut Influenza A (H3N2) subclade K. “Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan virus ini lebih berbahaya atau lebih mematikan dibandingkan influenza musiman pada umumnya,” jelas Diauddin.

Diauddin juga menegaskan bahwa temuan virus tersebut menunjukkan sistem kewaspadaan kesehatan berjalan dengan baik. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa mayoritas kasus hanya bergejala ringan hingga sedang.

Meski situasi dinyatakan aman, Dinas Kesehatan tetap mengingatkan kelompok rentan untuk lebih waspada, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga dengan penyakit penyerta. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mengendurkan kebiasaan hidup bersih dan sehat, termasuk memakai masker saat flu atau batuk, rutin mencuci tangan, cukup istirahat, serta menjaga daya tahan tubuh.

Jika gejala dirasakan semakin berat, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Vaksinasi influenza juga masih dianjurkan, terutama bagi kelompok berisiko, sebagai upaya mengurangi potensi keparahan penyakit.

Pemerintah daerah pun meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti perkembangan resmi dari otoritas kesehatan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan