
Lemak merupakan bagian penting dari tubuh manusia. Namun, ketika jumlahnya berlebihan, maka akan menyebabkan masalah kesehatan dan penampilan. Banyak orang yang mencoba untuk menurunkan lemak dengan olahraga atau diet. Namun, ada seseorang yang sulit mengurangi lemak meskipun sudah melakukan berbagai cara. Hal ini dijelaskan oleh dr. Ide Bagoes Insani, seorang dokter spesialis bedah plastik rekonstruktif dan estetik. Mereka yang memiliki kondisi seperti ini biasanya memilih tindakan liposuction atau sedot lemak.

Banyak orang mengira bahwa liposuction adalah prosedur yang baru. Namun, dr. Bagoes menjelaskan bahwa metode ini sudah ada sejak sekitar 20 tahun lalu. Liposuction bukanlah prosedur baru, ujarnya. Menurut data dari International Society of Aesthetic and Plastic Surgeons (ISAPS), liposuction termasuk dalam lima besar prosedur estetika yang paling diminati. Bahkan, bagi perempuan, liposuction menjadi prosedur estetika nomor satu yang paling banyak diinginkan. Sementara untuk pria, posisinya berada di peringkat keempat.

Menurut dr. Bagoes, masyarakat cenderung memilih prosedur sedot lemak di luar negeri dibandingkan di dalam negeri. Alasannya karena informasi yang kurang lengkap. Padahal, di dalam negeri juga tersedia berbagai prosedur medis liposuction yang telah mendapatkan sertifikasi nasional maupun internasional. Salah satunya adalah Laser Assisted Liposuction. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai teknologi ini.

Pada liposuction konvensional, proses penyedotan lemak dilakukan secara manual. Hal ini tidak hanya menyedot lemak, tetapi juga darah dalam jumlah yang cukup banyak. Berbeda dengan teknologi Laser Assisted Liposuction, di mana lemak yang diambil lebih murni dan jumlah darah yang keluar jauh lebih sedikit. Laser yang digunakan pada alat ini berfungsi untuk skin tightening. Manfaatnya membuat kontur tubuh lebih baik, serta cedera yang dihasilkan dari prosedur juga lebih minim, jelas dr. Bagoes.
Ia menjelaskan bahwa metode konvensional sering kali menyebabkan kulit sulit menempel kembali ke bawah, sehingga bisa terjadi ruang kosong di bawah. Namun, kondisi ini dapat diminimalkan. Teknologi ini dirancang untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pasien. Tujuan dari alat ini adalah memberikan yang terbaik untuk pasien dan mengurangi risiko dari tindakan prosedur, tambahnya. Laser Assisted Liposuction ini tersedia di Rumah Sakit Pondok Indah dengan harga mulai dari Rp 47 juta per satu area tindakan.

Melakukan liposuction tidak boleh dilakukan sembarangan. Proses ini membutuhkan perhatian khusus karena berkaitan langsung dengan kesehatan tubuh. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan tindakan liposuction menurut dr. Bagoes:
-
Harus dilakukan oleh dokter spesialis
Liposuction merupakan bagian dari medis. Oleh karena itu, dr. Bagoes menyarankan agar pasien mencari informasi tentang dokter yang akan melakukan operasi. Tindakan bedah ini harus dilakukan oleh dokter yang kompeten. Karena dokter yang baik itu bukan hanya dapat melakukan prosedur, tapi jika ada terjadi komplikasi dokter itu dapat bertanggung jawab, ujarnya. -
Liposuction bukan solusi untuk menurunkan berat badan
dr. Bagoes menjelaskan bahwa tujuan dari liposuction bukan untuk menurunkan berat badan, melainkan untuk membuat kontur tubuh lebih ideal. Tujuan dari liposuction itu bukan untuk menurunkan berat badan, tapi membuat kontur tubuh lebih ideal, jelasnya. -
Pola hidup setelah liposuction
Setelah menjalani prosedur liposuction, bukan berarti kamu bisa bebas makan apapun. dr. Bagoes menjelaskan bahwa setiap selesai tindakan, ia selalu memberikan edukasi mengenai pola hidup kepada pasiennya. Sebab, hasil liposuction tetap perlu dijaga agar perubahan bentuk tubuh bisa bertahan lebih lama.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar