Mengenal tradisi mapalette bola, gotong royong angkat rumah di Sulawesi

Mengenal tradisi mapalette bola, gotong royong angkat rumah di Sulawesi

nurulamin.pro - Indonesia dikenal memiliki beragam tradisi unik yang masih lestari hingga kini.

Salah satunya adalah Mapalette Bola, tradisi memindahkan rumah kayu secara utuh tanpa dibongkar yang berasal dari Sulawesi Selatan.

Tradisi ini kerap mencuri perhatian karena memperlihatkan rumah panggung diangkat dan dipindahkan bersama-sama oleh puluhan warga, mengandalkan kekuatan gotong royong.

Apa Itu Tradisi Mapalette Bola?

Mapalette Bola berasal dari bahasa Bugis–Makassar, di mana mapalette berarti memindahkan dan bola berarti rumah.

Sesuai namanya, tradisi ini dilakukan dengan cara memindahkan rumah kayu panggung secara utuh, tanpa membongkar bagian bangunannya.

Tradisi ini umumnya dilakukan ketika pemilik rumah ingin pindah lokasi, mengikuti perubahan lahan, atau alasan keluarga tertentu.

Dilakukan dengan Gotong Royong

Salah satu nilai utama dalam Mapalette Bola adalah kebersamaan dan solidaritas sosial. Puluhan hingga ratusan warga akan berkumpul membantu proses pemindahan rumah.

Rumah kayu diangkat menggunakan balok, bambu, atau kayu panjang, lalu dipikul bersama-sama sambil diiringi aba-aba agar tetap seimbang.

Tak jarang, proses ini berlangsung meriah dan menjadi tontonan warga sekitar.

Mengapa Rumah Tidak Dibongkar?

Rumah adat di Sulawesi Selatan umumnya berbentuk rumah panggung kayu yang dirancang fleksibel. Struktur rumah memungkinkan bangunan dipindahkan tanpa merusak rangka utama.

Selain lebih efisien, memindahkan rumah secara utuh juga dipercaya dapat menjaga keberkahan dan nilai simbolik rumah tersebut.

Sarat Makna Budaya

Mapalette Bola bukan sekadar proses teknis memindahkan rumah. Tradisi ini mencerminkan nilai luhur masyarakat Sulawesi, seperti:

  • Gotong royong
  • Rasa kekeluargaa
  • Saling membantu tanpa pamrih

Dalam beberapa kasus, Mapalette Bola juga diawali dengan doa atau ritual adat sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur.

Masih Dilestarikan Hingga Kini

Meski zaman terus berkembang, tradisi Mapalette Bola masih bisa ditemui di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan, terutama di kawasan pedesaan.

Tak sedikit momen Mapalette Bola yang kini viral di media sosial, karena keunikannya dianggap langka dan jarang ditemui di daerah lain.

Tradisi ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal Indonesia tidak hanya kaya secara budaya, tetapi juga sarat nilai kemanusiaan.

Jika suatu hari berkunjung ke Sulawesi, menyaksikan langsung Mapalette Bola bisa menjadi pengalaman budaya yang tak terlupakan.

(MG ADZKIA HAFIDZA ELFADZ)

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan