Mengenang Jejak Korea Utara Bernardo Tavares! Disiplin Ekstrem untuk Persebaya Surabaya?


nurulamin.pro—
Pengalaman unik Bernardo Tavares di Korea Utara kembali menjadi perbincangan setelah dirinya ditunjuk sebagai pelatih kepala Persebaya Surabaya. Rekam jejaknya yang penuh tantangan dan disiplin tinggi menimbulkan pertanyaan apakah pengalaman itu bisa membantu Green Force menjadi lebih terstruktur dan konsisten.

Kisah ini menggambarkan karakter Tavares, sosok yang dikenal tegas, terorganisir, serta terbiasa bekerja dalam tekanan. Pengangkatannya sebagai pelatih anyar Persebaya Surabaya untuk menghadapi Super League 2025/2026 akhirnya resmi diumumkan setelah spekulasi lama berakhir.

Perkenalan Tavares dilakukan melalui akun Instagram @persebayaupdate dengan video pernyataan langsung dari pelatih asal Portugal tersebut. Dalam video itu, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada manajemen Persebaya atas profesionalisme dan kesabaran mereka.

“Surabaya, aku datang. Terima kasih atas profesionalisme manajemen Persebaya. Terima kasih atas kesabaran dan respek terhadap kondisi serta situasiku. Sekarang aku bisa memastikan akan segera berada di Surabaya,” ujar Tavares.

Manajemen klub menyambut kedatangan Tavares dengan optimisme tinggi dan menegaskan dukungan penuh terhadap proyek barunya bersama Green Force. Mereka juga menyatakan bahwa seluruh tim kepelatihan saat ini tetap mendukung Tavares di Persebaya.

Sebelum penunjukan ini, Persebaya Surabaya berada dalam fase transisi setelah berpisah dengan Eduardo Perez pada 22 November 2025. Tim kemudian ditangani oleh pelatih sementara Uston Nawawi bersama Shin Sang-gyu sambil menunggu keputusan manajemen.

Tavares dijadwalkan memimpin latihan perdana Persebaya Surabaya pada awal Januari 2026 sebagai bagian dari persiapan musim baru. Kehadirannya diharapkan dapat membawa konsistensi permainan yang selama ini dinilai belum stabil.

Rekam jejak Tavares menjadi modal besar, terutama keberhasilannya membawa PSM Makassar juara Super League 2022/2023. Pengalamannya melatih di berbagai negara membuat pendekatannya dikenal disiplin dan detail.

Salah satu kisah paling membekas dalam kariernya terjadi pada 2018 saat menangani Benfica de Macau di Piala AFC. Saat itu, ia harus membawa timnya bertandang ke Korea Utara, negara dengan atmosfer paling unik yang pernah ia rasakan.

“Ini adalah realitas yang berbeda. Kami tidak bisa pergi ke mana pun tanpa diperiksa oleh orang Korea Utara,” ceritanya kepada Ines Antunes dari Sport Informa.

“Kami berencana untuk berjalan-jalan sebentar di dekat hotel sebelum pertandingan, dan begitu kami pergi, seorang petugas keamanan datang kepada kami dengan senapan mesin dan mengatakan kami tidak boleh pergi.”

Pengalaman itu memperlihatkan betapa ketatnya aturan dan kontrol di Korea Utara, sesuatu yang jarang ditemui di negara lain. Tavares juga terkesan dengan suasana kota yang seragam dan tertata rapi.

“Saya tidak ingat melihat satu orang pun di jalan yang mengenakan warna-warna cerah; semua orang berpakaian hitam, coklat, hijau tua. Di sisi lain, ini adalah negara yang sangat bersih dan terorganisir,” ujarnya dalam wawancara tersebut.

Di sepanjang jalan, panel-panel besar bergambar Kim Jong-un dan keluarganya mendominasi pemandangan kota. Panel-panel itu menyala terang mulai pukul 21.00 saat jalanan berubah gelap total.

Dari sisi sepak bola, perjalanan tersebut tetap menyisakan cerita kompetitif bagi Benfica de Macau. Mereka sukses menang 3-2 atas runner-up Hwaebul lewat dua gol Carlos Leonel meski bermain di stadion penuh suporter tuan rumah.

“Stadion penuh dengan penggemar, tetapi, seperti yang diharapkan, tidak ada satu pun dari mereka yang merupakan penggemar kami,” kenang Tavares tentang atmosfer pertandingan tersebut.

Dukungan sepihak justru menjadi ujian mental bagi timnya. Namun pengalaman pahit juga datang saat menghadapi juara Korea Utara, 25 de Abril. Tim Macanese harus menerima kekalahan telak 8-0 yang menjadi pelajaran berharga tentang level kompetisi dan kedisiplinan lawan.

Kisah Korea Utara itu kerap disebut Tavares sebagai contoh ekstrem pentingnya organisasi, kepatuhan, dan fokus dalam tim. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan untuk Persebaya Surabaya yang tengah membangun ulang identitas permainan.

Kedatangan Tavares juga menandai kembalinya pelatih Portugal ke Persebaya Surabaya setelah era Divaldo Alves. Bagi Bonek dan Bonita, harapan besar kini disematkan pada sosok yang pernah ditempa disiplin ekstrem itu untuk membawa Green Force melangkah lebih konsisten.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan