
Perjalanan Tanpa Rencana
Tiba-tiba saja saya menjadi bagian dari orang-orang yang bepergian dengan kereta api. Tanpa direncanakan sebelumnya, saya malah ikut arus liburan akhir tahun. Iya, akhir tahun!
Tahu-tahu tahun 2025 tinggal beberapa jam saja, sementara tahun baru 2026 sudah sangat di depan mata. Ya ampun, cepat sekali tahun lama habisnya.
Kalau melihat-lihat isi galeri HP, masih banyak lho stok foto Januari 2025 yang belum sempat saya unggah di media massa. Banyak pula deretan pengalaman yang belum sempat saya tulis, baik di nurulamin.promaupun di blog pribadi.
Lalu, bagaimana halnya dengan resolusi saya setahun lalu? Hmm. Rasanya saya memang tidak punya resolusi. Bukannya tidak niat bikin melainkan sengaja tidak bikin. Mengapa? Sebab takut tidak tercapai, dong.
Belajar dari yang sudah-sudah, resolusi yang saya bikin selalu ambyar di tengah jalan. Jadi akhirnya tahun lalu saya sengaja tidak bikin resolusi, tetapi bertekad saja menjalani hari demi hari dengan sebaik mungkin; jauh lebih baik daripada tahun sebelumnya.
Saya tahu bahwa hidup sangat perlu perencanaan. Akan tetapi, terkadang semua hal terjadi di luar perencanaan. Alhasil, kita butuh luwes untuk melakukan improvisasi. Jangan kaku-kaku. Kalau terlalu kaku justru bikin sakit hati diri sendiri. Itu opini saya, sih. Anda boleh tidak setuju.
Mau berhadapan dengan problema pelik, mau berhadapan dengan derita, saya bertekad dan berusaha saja menjalaninya tanpa drama tanpa air mata. Tentu sembari mencoba cari solusinya juga.
Apakah berhasil? Tampaknya lumayan berhasil. Terbukti saya masih baik-baik saja hingga sekarang. Setidaknya masih mampu tersenyum manis meskipun hati tak henti-henti dipenuhi gerimis. Tidak sampai kepikiran mengakhiri hidup. Alhamdulillah.
Singkat kata, selama tahun 2025 perjalanan hidup yang saya tempuh banyak tidak baiknya. Yang pastinya hal itu melelahkan. Namun, saya tidak bisa meminta waktu untuk rehat sebentar dari lajunya 'kan? Ibarat KRL Jogja Solo yang tak bakalan benar-benar berhenti kalau belum sampai di stasiun tujuan.
Renungan di Stasiun
Demikianlah adanya. Kiranya pahit manis 2025 sama sekali tak bisa kita hindari. Namanya juga hidup. Tentu rasanya nano-nano. Tidak bisa cuma satu rasa dan kita melilih yang paling enak saja. Hidup itu ya komplet citarasanya.
Demikian renungan random yang kemarin petang saya lakukan di Stasiun Solo Balapan, tatkala menunggu jadwal keberangkatan KRL menuju Jogja. Melihat anak-anak yang tidak saling kenal bisa bermain bersama dan saling tertawa, saya jadi ikutan tersenyum-senyum bahagia.
Semoga tahun 2026 nanti semua hal bisa bikin kita semua tertawa.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar