
nurulamin.pro.CO.ID – JAKARTA.
Beberapa target yang diharapkan perbankan mampu tercapai pada akhir tahun 2025 tampaknya masih sulit untuk dicapai. Hal ini disebabkan oleh kondisi makro ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Kondisi tersebut juga terlihat dari laporan keuangan beberapa bank besar dalam bulan-bulan terakhir kuartal IV.
Mari kita melihat bagaimana dua bank besar, yakni Bank Mandiri dan Bank Central Asia (BCA), menghadapi situasi ini. Bank Mandiri mencatatkan kinerja yang cukup baik dengan pertumbuhan kredit sebesar 13,1% secara tahunan (year-on-year/YoY). Hasil ini melampaui target pertumbuhan kredit yang dipasang oleh bank, yaitu antara 8% hingga 10%. Selain itu, rasio kredit macet (NPL) turun menjadi 0,99%, dibandingkan posisi sebelumnya di 1,03% pada September 2025.
Namun, laba bersih Bank Mandiri mengalami penurunan sebesar 6,41% YoY menjadi Rp 44,15 miliar. Penurunan ini sejalan dengan meningkatnya beban operasional sebesar 37,35% YoY menjadi Rp 44,31 triliun. Meskipun begitu, Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan bahwa pertumbuhan dua digit untuk penyaluran kredit dan dana pihak ketiga (DPK) masih bisa dipertahankan hingga akhir tahun.
“Kami melihat prospek ekonomi nasional yang tetap terjaga sebagai peluang untuk mempertahankan kinerja yang solid,” ujar Novita, Senin (15/12/2025).
Sementara itu, BCA mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 921,20 triliun hingga November 2025. Capaian ini tumbuh sebesar 5,18% YoY, namun masih di bawah target pertumbuhan 6%–8% yang ditetapkan bank. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn menyatakan bahwa hal ini tak lepas dari kondisi makro ekonomi nasional. “Pertumbuhan kredit akan sejalan dengan kondisi perekonomian,” kata Hera.
Meski demikian, BCA tetap optimistis target pertumbuhan kredit bisa tercapai hingga akhir tahun. Dalam hal ini, bank berkomitmen menyalurkan kredit berkualitas ke berbagai segmen dan sektor secara pruden serta menerapkan manajemen risiko yang disiplin.
Dari segi profitabilitas, NIM (Net Interest Margin) BCA mencapai level 5,7%. Namun, Hera menegaskan bahwa NIM hanya salah satu dari banyak indikator profitabilitas. Laba bersih BCA berhasil tumbuh 4,35% YoY menjadi Rp 52,67 triliun.
Tidak seperti dua bank besar tersebut, CIMB Niaga lebih hati-hati dalam menetapkan target. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengungkapkan bahwa pihaknya menurunkan target pertumbuhan kredit dari 6–8% menjadi di bawah 5% untuk tahun penuh 2025. Meski demikian, target NIM di level 3,9% dan NPL di bawah 2% tetap dipertahankan. Menurut Lani, penurunan target ini disebabkan oleh lesunya permintaan di pasar dari berbagai segmen.
Bank Neo Commerce, yang merupakan bank digital dengan modal inti sebesar Rp 4 triliun, juga mengambil langkah konservatif. Penyaluran kredit per November 2025 mencapai Rp 7,2 triliun, turun 15,29% YoY. Direktur Bisnis Bank Neo Commerce Aditya Windarwo menjelaskan bahwa penurunan ini disebabkan oleh pengetatan penyaluran kredit yang dilakukan bank. Hingga akhir tahun, penyaluran kredit diperkirakan berada di kisaran Rp 7 triliun.
Menurut Advisor Banking & Finance Development Center Moch Amin Nurdin, kinerja di bulan November biasanya menjadi cerminan kinerja akhir tahun perbankan karena sudah ditetapkan sebagai prognosa pencapaian hingga akhir tahun. “Sehingga tidak akan berbeda secara signifikan,” ujar Amin.
Secara umum, Amin menilai bahwa beberapa indikator kinerja keuangan yang telah dipasang bank memang sulit tercapai. Meskipun bank-bank besar masih diuntungkan oleh kecukupan modal dan loyalitas nasabah, efisiensi dan pengelolaan risiko tetap menjadi faktor penting dalam menentukan kinerja perbankan akhir tahun nanti.
Lebih lanjut, Amin mengatakan bahwa tahun 2026 juga tidak akan mudah. “Secara jangka pendek, 2026 tak semudah 2025,” katanya. Namun, ia melihat bahwa bank akan lebih siap setelah melewati tantangan 2025. “Strategi akan mereka sesuaikan. Tahun 2026 diyakini akan lebih baik,” pungkasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar