
Wakil Wali Kota Bandung Ditetapkan sebagai Tersangka dalam Kasus Korupsi
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan kewenangan di pemerintahan daerah Kota Bandung pada tahun 2025. Sebelumnya, Erwin telah memenuhi panggilan Kejari pada Kamis, 30 Oktober 2025, untuk menjalani pemeriksaan selama 7 jam. Setelah proses tersebut, statusnya berubah menjadi tersangka.
Erwin, yang akrab disapa Kang Erwin, adalah sosok yang tidak asing bagi masyarakat Bandung. Ia terpilih sebagai Wakil Wali Kota Bandung untuk periode 2025–2030 setelah memenangkan Pilwalkot Bandung pada 27 November 2024 bersama pasangannya, Muhammad Farhan. Pasangan ini berhasil meraih 44,64 persen suara atau sekitar 523.000 suara dari total pemilih.
Latar Belakang dan Pendidikan
Erwin lahir di Bandung pada 18 Mei 1972. Ia tumbuh di kawasan timur Kota Bandung dan menempuh pendidikan dasar di SD Cikadut serta SD Cikutra V. Untuk pendidikan menengah, ia melanjutkan di SMP Santa Maria dan SMA Yodhatama. Setelah lulus SMA, Erwin melanjutkan studi di Universitas Pasundan (Unpas) dan meraih gelar Sarjana Ekonomi. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister di Universitas Islam Nusantara (Uninus) dengan bidang Pendidikan Agama Islam. Saat ini, Erwin sedang menempuh program doktoral Ilmu Pendidikan di kampus yang sama.
Pengalaman Berwirausaha
Sebelum memasuki dunia politik, Erwin menghabiskan lebih dari dua dekade sebagai pengusaha antara tahun 1991 hingga 2011. Pengalaman ini membuatnya sangat memahami dinamika para pelaku usaha kecil, khususnya UMKM, yang menurutnya menjadi tulang punggung ekonomi Kota Bandung.
Karier Politik dari DPRD
Dorongan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat membawa Erwin masuk ke dunia politik. Pada 2019, ia terpilih sebagai anggota DPRD Kota Bandung dan duduk di Komisi D yang menangani isu kesejahteraan rakyat. Di lembaga legislatif, Erwin dikenal sering turun ke lapangan, berdialog langsung dengan warga, dan memastikan kebijakan yang dirumuskan tidak hanya berhenti di atas kertas.
Keterlibatan dalam Dakwah dan Organisasi
Selain berpolitik, Erwin juga aktif dalam berdakwah. Ia kerap menjadi penceramah dalam berbagai kegiatan keagamaan, sehingga membuatnya dekat dengan masyarakat di tingkat akar rumput. Beberapa organisasi yang pernah ia jabat antara lain:
- Ketua DPC PKB Kota Bandung (tiga periode)
- Pembina Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia
- Ketua Pagar Nusa Kota Bandung
- Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Jawa Barat
- Ketua Forum RW Babakansari dan Kecamatan Kiaracondong
Nilai Keluarga dan Prinsip Kepemimpinan
Sebagai ayah dari enam anak, Erwin menekankan pentingnya nilai keluarga dan pendidikan agama. Anak-anaknya menempuh pendidikan di pesantren, sesuai dengan pandangannya bahwa karakter pemimpin dibentuk sejak di rumah. Baginya, kepemimpinan bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang kedekatan dengan masyarakat.
“Saya ingin menjadi pemimpin yang hadir, mendengar, dan bekerja bersama rakyat untuk membangun Bandung yang lebih baik,” ujarnya.
Aktivitas di Lapangan dan Operasi Pengawasan
Erwin dikenal aktif dalam turun ke lapangan. Dalam berbagai unggahan media sosial, ia sering terlihat memimpin operasi yustisi di Kota Bandung—mulai dari sidak apartemen yang disalahgunakan sebagai lokasi prostitusi, penindakan obat-obatan terlarang, hingga pengecekan klub malam yang tidak berizin.
Pada salah satu sidak apartemen di Kota Bandung pada Agustus 2025, Erwin sempat mengingatkan seorang pelaku dengan nada tegas menggunakan dalil agama tentang bahaya perbuatan maksiat.
“Saya tidak terima dan tidak ridha, warga luar kota datang ke Bandung hanya untuk berbuat maksiat,” ucap Erwin.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar