Mengungkap jejak intervensi AS di Amerika Latin

Sejarah Intervensi Militer Amerika Serikat di Amerika Latin

Amerika Serikat (AS) memiliki sejarah panjang dalam intervensi militer di kawasan Amerika Latin. Dalam beberapa dekade terakhir, tindakan AS sering kali diperlukan untuk menangani situasi politik yang dianggap mengancam kepentingan nasional atau stabilitas regional. Berikut adalah beberapa contoh utama dari intervensi militer AS di kawasan tersebut.

Guatemala (1954)

Pada 27 Juni 1954, Presiden Guatemala, Kolonel Jacobo Arbenz Guzman, digulingkan oleh tentara bayaran yang dilatih dan dibiayai oleh Washington. Kudeta ini terjadi setelah reformasi agraria yang mengancam kepentingan perusahaan AS seperti United Fruit Corporation. Pada tahun 2003, AS secara resmi mengakui peran CIA dalam kudeta ini, dengan alasan memerangi komunisme.

  • Peristiwa ini menjadi awal dari banyak intervensi militer AS di kawasan Amerika Latin.
  • Reformasi agraria yang dilakukan Arbenz mengganggu kepentingan perusahaan asing.

Kuba

Pada April 1961, sebanyak 1.400 militan anti-Castro yang dilatih dan didanai oleh CIA mencoba mendarat di Teluk Babi. Upaya ini gagal menggulingkan rezim Fidel Castro. Pertempuran tersebut menewaskan lebih dari seratus orang di setiap pihak.

  • Operasi ini menunjukkan ketegangan antara AS dan Kuba selama Perang Dingin.
  • Kegagalan operasi ini meningkatkan popularitas Castro di kalangan rakyat Kuba.

Republik Dominika

Pada 1965, AS mengirim marinir dan pasukan terjun payung ke Santo Domingo untuk menumpas pemberontakan yang mendukung Juan Bosch. Bosch adalah presiden sayap kiri yang digulingkan oleh para jenderal pada 1963.

  • Tujuan AS adalah untuk mencegah penyebaran komunisme di kawasan.
  • Intervensi ini membantu menjaga stabilitas politik di Republik Dominika.

Dukungan untuk Kediktatoran di Amerika Latin

Washington mendukung beberapa kediktatoran militer sebagai benteng melawan gerakan bersenjata sayap kiri. Contohnya, AS secara aktif membantu diktator Chile, Augusto Pinochet, selama kudeta 1973 terhadap presiden sayap kiri Salvador Allende.

  • Menteri Luar Negeri AS, Henry Kissinger, mendukung junta Argentina pada 1976.
  • Selama periode ini, sekitar 10.000 pembangkang Argentina menghilang.

Perang di Amerika Tengah (1980-an)

Pada 1979, pemberontakan Sandinista menggulingkan diktator Anastasio Somoza di Nikaragua. Presiden AS Ronald Reagan khawatir tentang keselarasan Managua dengan Kuba dan Uni Soviet, sehingga memberikan bantuan sebesar 20 juta dollar AS kepada Contra.

  • Perang saudara Nikaragua berakhir pada 1990 dengan 50.000 korban jiwa.
  • Reagan juga mengirim penasihat militer ke El Salvador untuk menumpas pemberontakan FMLN.

Grenada (1983)

Pada 25 Oktober 1983, Marinir dan Ranger AS turun tangan di pulau Grenada setelah Perdana Menteri Maurice Bishop dibunuh oleh junta sayap kiri. Operasi "Urgent Fury" diluncurkan atas permintaan OECS.

  • Operasi ini berakhir pada 3 November dengan lebih dari seratus orang tewas.
  • PBB mengkritik tindakan AS secara luas.

Panama (1989)

Pada 1989, Presiden George W. Bush memerintahkan intervensi militer di Panama setelah pemilihan yang dipersengketakan. Operasi "Just Cause" mengakibatkan penyerahan diri Jenderal Manuel Noriega.

  • Sekitar 27.000 tentara AS ikut serta dalam operasi ini.
  • Korban jiwa mencapai ribuan, sementara Noriega dihukum karena perdagangan narkoba.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan