Menilai Kembali Desa Wisata Harau: Dampak pada Ekonomi Daerah Pasca Pandemi


Menilai Kembali Desa Wisata Harau: Bagaimana Ia Membantu Ekonomi Daerah Setelah Pandemi

Payakumbuh, 15 Oktober 2023 Bayangkan saja, di tengah upaya bangkit dari hantaman pandemi COVID-19, ada desa kecil di Sumatera Barat yang berhasil menarik perhatian ribuan orang. Desa Wisata Harau di Kabupaten Limapuluh Kota, dengan air terjunnya yang megah dan budaya Minangkabau yang kental, jadi contoh nyata bagaimana perencanaan ekonomi daerah bisa berjalan efektif. Tapi, apakah semuanya berjalan mulus? Mari kita lihat lebih dekat.

Cerita di Balik Program Ini dan Perannya dalam Ekonomi Lokal
Desa Wisata Harau dimulai sebagai bagian dari inisiatif nasional untuk membangun pariwisata desa, yang digagas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sejak tahun 2018. Setelah pandemi melanda, program ini jadi salah satu pilar utama untuk memulihkan perekonomian daerah, karena wisata dalam negeri mulai bangkit kembali. Berdasarkan angka dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2022, jumlah wisatawan yang datang ke Sumatera Barat melonjak 25% dibanding tahun sebelumnya, totalnya mencapai 4,2 juta orang. Desa wisata seperti Harau ikut andil besar di sini, dengan pendapatan yang membantu UMKM dan membuka lapangan kerja baru.

Ini juga cocok dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Sumatera Barat, yang menjadikan pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjelaskan bahwa dengan otonomi daerah, kabupaten seperti Limapuluh Kota bisa lebih leluasa mengatur anggaran untuk membangun fasilitas wisata, mulai dari jalan hingga tempat menginap. Bukan cuma soal liburan, tapi ini strategi cerdas untuk mengurangi ketergantungan pada pertanian yang sering tidak stabil.

Sisi Cerah: Prestasi dan Manfaat yang Terlihat
Kalau kita bicara keberhasilan, ada beberapa poin menonjol. Pertama, soal uang masuk. Laporan BPS tentang Statistik Pariwisata 2023 menyebutkan bahwa Desa Wisata Harau bisa menghasilkan sekitar Rp 5 miliar setahun dari tiket masuk dan aktivitas wisata, naik 30% sejak 2020. Ini langsung membantu sekitar 200 keluarga yang terjun ke bisnis homestay dan makanan tradisional.

Kedua, lapangan kerja yang tercipta. Data dari Kemendagri menunjukkan bahwa program desa wisata di Sumatera Barat telah menambah 15.000 pekerjaan baru sejak 2021, dan Harau adalah salah satu yang paling aktif. Orang-orang datang untuk mendaki gunung atau belajar budaya, yang pada akhirnya mendorong produk lokal seperti kopi dan kerajinan tangan.

Ketiga, dampak positif pada masyarakat. Penelitian dari Universitas Indonesia (UI) yang dimuat di Jurnal Pariwisata Indonesia tahun 2022 menemukan bahwa desa wisata seperti Harau membuat warga lebih peduli lingkungan. Mereka rajin menjaga sungai dan hutan agar wisata tetap menarik. Bahkan, Kompas melaporkan di Oktober 2023 bahwa Harau dinobatkan sebagai desa wisata terbaik di Sumatera, dengan ulasan bagus dari wisatawan di situs seperti TripAdvisor.

Masalah yang Masih Mengintai
Tapi, tentu saja, tidak semuanya lancar. Infrastruktur masih jadi kendala utama, jalan ke Harau sering rusak saat musim hujan, seperti yang dikeluhkan wisatawan dalam berita Tempo September 2023. BPS mencatat bahwa hanya 60% desa wisata di Sumatera Barat yang punya akses internet yang baik, sehingga promosi online jadi sulit.

Pengelolaan sampah juga bermasalah. Studi UI itu bilang, limbah plastik naik 20% saat musim ramai, yang bisa merusak air terjun. Plus, pendapatan di sini sangat bergantung pada wisatawan local, BPS melaporkan penurunan 10% kunjungan begitu libur sekolah selesai.

Dari sisi perencanaan, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah kadang kurang solid. Kemendagri menyebut anggaran untuk desa wisata sering telat cair, membuat program tidak optimal. Ini terlihat dari data PDRB Sumatera Barat 2023, di mana pariwisata hanya menyumbang 8%, padahal targetnya 12%.

Saran untuk Maju Lebih Baik
Agar Desa Wisata Harau bisa lebih sukses, pemerintah daerah perlu perbaiki infrastruktur dengan cara ramah lingkungan, seperti bangun jalan yang tahan lama dan sistem sampah yang efisien. Kerja sama dengan pihak swasta juga bisa diperdalam, seperti yang direkomendasikan dalam laporan Kemendagri 2023. Tambah variasi atraksi, misalnya acara edukasi tentang budaya, supaya wisatawan betah lebih lama.

Di tingkat nasional, Harau bisa jadi teladan untuk daerah lain. Dengan data BPS dan riset akademik sebagai dasar, jelas bahwa perencanaan ekonomi daerah yang baik bisa bawa perubahan positif. Mari kita dukung langkah-langkah seperti ini, agar masa depan ekonomi kita lebih kuat dan berkelanjutan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan