
Deklarasi Persatuan DPC GMNI Kota Tegal
DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Tegal secara resmi menggelar Deklarasi Persatuan pada hari Sabtu, 3 Januari 2026. Acara ini menjadi langkah strategis dalam menyongsong pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) sekaligus menutup dinamika internal yang selama ini terjadi.
Deklarasi tersebut dianggap sebagai momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat komitmen perjuangan dalam satu barisan ideologis. DPC GMNI Kota Tegal menegaskan pentingnya persatuan sebagai fondasi utama agar organisasi tetap relevan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, terutama dalam era post-truth.
Ketua DPC GMNI Kota Tegal, Ramadhani Syazali, menekankan bahwa persatuan merupakan prasyarat utama kebangkitan organisasi. Ia menilai, tanpa persatuan, GMNI akan sulit memainkan peran strategis sebagai organisasi pelopor perjuangan rakyat.
“Persatuan adalah tonggak satu-satunya agar GMNI kembali menjadi organisasi pelopor di tengah zaman post-truth semacam ini, dengan mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan dan ego pribadi. Harapan ke depan, DPC GMNI Kota Tegal tetap eksis dan konsisten mengawal tuntas kerja-kerja ideologi organisasi, yaitu Marhaenisme,” ujar Ramadhani.
Sementara itu, Ketua dalam pesannya menekankan bahwa rekonsiliasi internal tidak boleh dimaknai sebatas penyatuan struktur organisasi semata. Menurutnya, persatuan sejati harus lahir dari proses pendewasaan kolektif yang dilandasi integritas dan kesadaran ideologis.
Ia menyampaikan bahwa kekuatan GMNI tidak terletak pada jumlah massa, melainkan pada kualitas gagasan, keteguhan prinsip, serta komitmen ideologis para kadernya.
“Kekuatan GMNI bukan pada kuantitas semata, tetapi pada kualitas gagasan, keteguhan prinsip, dan komitmen ideologis kader. Marhaenisme harus dihidupi sebagai kompas perjuangan, bukan hanya menjadi wacana teoritis,” ujarnya.
Setyo juga menegaskan bahwa perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan keniscayaan. Namun, perbedaan tersebut harus dikelola secara etis melalui dialog yang sehat dan dilandasi semangat persaudaraan.
“Perbedaan itu wajar, tetapi harus dikelola dengan etika, dialog, dan semangat persaudaraan. Kepentingan organisasi harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di situlah integritas kader GMNI diuji,” lanjutnya.
Menurut Setyo, persatuan yang dibangun melalui deklarasi ini adalah persatuan ideologis yang lahir dari kesamaan visi dan ketulusan untuk mengabdi kepada perjuangan rakyat. Ia mengaku bangga melihat potensi serta ketangguhan kader GMNI Kota Tegal yang tetap bertahan dan terus bergerak di tengah dinamika internal organisasi.
“Bagi saya, pencapaian terbesar bukan soal administratif, melainkan ketika kader GMNI mampu berdiri tegak membela kebenaran dengan nalar yang jernih dan sikap yang berani,” katanya.
Deklarasi Persatuan ini diharapkan menjadi titik awal bagi DPC GMNI Kota Tegal untuk tumbuh sebagai organisasi yang mapan secara ideologis, kuat dalam proses kaderisasi, serta kembali memainkan peran strategis sebagai organisasi perjuangan rakyat di tingkat lokal maupun nasional.
Tujuan dan Harapan Deklarasi Persatuan
- Konsolidasi Organisasi: Deklarasi Persatuan bertujuan untuk memperkuat struktur organisasi dan memastikan semua anggota bergerak dalam satu arah.
- Penguatan Ideologi: Mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang Marhaenisme sebagai dasar perjuangan organisasi.
- Rekonsiliasi Internal: Menciptakan suasana harmonis di dalam organisasi dengan memperbaiki hubungan antar anggota.
- Peningkatan Partisipasi: Mendorong partisipasi aktif kader dalam berbagai kegiatan dan program organisasi.
- Membangun Citra Positif: Memperkuat citra GMNI sebagai organisasi yang stabil dan profesional di tengah masyarakat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar