Menjelang Nataru, Pemko Medan Buka 53 Pasar Murah

Menjelang Nataru, Pemko Medan Buka 53 Pasar Murah

Pemko Medan Gelar Pasar Murah untuk Hadapi Kenaikan Harga Bahan Pokok

Pemerintah Kota (Pemko) Medan kembali menggelar pasar murah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya dalam menghadapi kenaikan harga bahan pokok menjelang akhir tahun. Pasar murah ini digelar di halaman Gereja GKPI Jemaat Khusus Sidorame, Jalan Pelita II, Kecamatan Medan Perjuangan, Rabu (10/12). Pembukaan dilakukan langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Waas.

Program pasar murah kali ini dilaksanakan secara besar-besaran dengan 53 titik yang tersebar di 21 kecamatan. Setiap titik menyediakan delapan jenis bahan pokok yang harganya telah disubsidi pemerintah. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membantu warga menghadapi lonjakan harga bahan pangan yang biasanya terjadi menjelang Natal dan Tahun Baru.

Dalam sambutannya, Rico Waas menyampaikan bahwa menjelang Natal dan Tahun Baru, harga bahan pokok di pasar tradisional maupun supermarket memang cenderung naik. Hal ini juga terlihat saat dirinya meninjau Pasar Pringgan sehari sebelumnya. “Menjelang akhir tahun, beberapa harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Kondisi ini tentu berdampak pada inflasi,” ujar Rico.

Karena itu, lanjutnya, pasar murah digelar agar masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau. “Pasar murah ini bentuk komitmen kami untuk membantu warga. Setidaknya dapat meringankan pengeluaran mereka di tengah kenaikan harga,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Rico memberi instruksi tegas kepada jajaran terkait agar memastikan ketersediaan bahan pokok selama pasar murah berlangsung. Ia tidak ingin ada titik pasar yang kehabisan stok setelah dibuka. “Saya minta stok bahan pokok dipantau terus. Jangan setelah launching tiba-tiba kosong. Pastikan tersedia selama pelaksanaan pasar murah,” tegasnya.

Selain membuka pasar murah, Rico Waas juga menyerahkan secara simbolis bantuan peralatan sebanyak 122 unit dari 16 jenis kepada 60 kelompok usaha bersama dan koperasi binaan Dinas Koperasi UKM Perindag. “Saya berharap bantuan ini benar-benar membantu meningkatkan usaha masyarakat dan kualitas hidup para pelaku UMKM,” ujarnya.

Tujuan Pasar Murah

Plt Kadis Koperasi UKM Perindag, Citra Effendi Capah menjelaskan bahwa pasar murah ini digelar untuk menjaga stabilitas harga, menekan inflasi, dan membantu kelompok ekonomi menengah ke bawah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Pasar murah akan berlangsung selama 10 hari, mulai tanggal 10–20 Desember 2025. “Harapan kami, pasar murah ini bisa meningkatkan daya beli masyarakat dan membantu mereka menyambut Natal dan Tahun Baru tanpa terbebani lonjakan harga,” ujar Citra.

Beberapa kebijakan yang diterapkan dalam program ini antara lain:

  • Pengawasan ketat terhadap ketersediaan bahan pokok di setiap titik pasar
  • Penyediaan bahan pokok yang terjangkau bagi masyarakat
  • Peningkatan kualitas usaha melalui bantuan peralatan kepada UMKM

Komentar dari Masyarakat

Warga sekitar sangat antusias dengan adanya pasar murah ini. Mereka berharap kebijakan ini bisa berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Beberapa orang mengungkapkan rasa terima kasih atas upaya Pemko Medan dalam membantu meringankan beban ekonomi mereka.

Kesimpulan

Pasar murah yang digelar oleh Pemko Medan merupakan langkah penting dalam menghadapi kenaikan harga bahan pokok menjelang akhir tahun. Dengan hadirnya pasar murah, masyarakat memiliki akses lebih mudah untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Selain itu, program ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap UMKM dan kelompok usaha bersama yang sedang berkembang.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan