Menjembatani Perbedaan Generasi di Dunia Kerja


Sesi seminar yang diadakan di Hotel Diradja, Jakarta Selatan, pada hari Kamis berlangsung dengan suasana hangat dan penuh antusiasme. Ruang seminar dipenuhi oleh peserta yang tampak penuh rasa ingin tahu. Di depan backdrop bertuliskan "Gen Z di Dunia Kerja: Daya Saing dan Resiliensi di Era Digital", saya berdiri bersama dua orang muda yang mewakili generasi Z.

Tidak ada ketegangan dalam ruangan ini. Kami tidak datang untuk saling membandingkan atau mengkritik, tetapi untuk saling mendengarkan dan memahami. Sebagai seorang Baby Boomer, saya membawa cerita tentang loyalitas, ketekunan, dan tanggung jawab jangka panjang. Sementara itu, Gen Z hadir dengan semangat fleksibilitas, keberanian untuk menyampaikan pendapat, serta keinginan untuk mencapai keseimbangan hidup.

Ketika mereka berbicara, saya melihat keberanian yang jarang terlihat di generasi saya. Mereka tidak ragu menolak sistem kerja yang memberatkan dan meminta ruang untuk menjaga kesehatan mental. Bagi sebagian orang, sikap seperti ini dianggap "rewel" atau "tidak setia". Namun, dalam ruang tersebut, saya merasakan bahwa mereka sedang mengajarkan sesuatu: bahwa kerja bukan hanya tentang bertahan, tetapi juga tentang menemukan makna.

Dialog yang Mengalir

Diskusi kami berjalan seperti percakapan keluarga. Saya berbagi pengalaman bagaimana generasi saya dulu bekerja tanpa banyak bertanya dan menerima aturan sebagai hal yang mutlak. Gen Z merespons dengan jujur; mereka menginginkan lingkungan kerja yang lebih manusiawi, transparan, dan inklusif.

Tidak ada benturan, hanya jembatan yang dibangun. Saya menyadari bahwa loyalitas yang selama ini kita hargai bisa berpadu dengan keberanian mereka untuk bersuara. Dan bahwa ketekunan yang kita banggakan bisa berdampingan dengan inovasi yang mereka bawa.

Pelajaran dari Reel Instagram

Reel yang merekam momen tersebut bukan sekadar konten singkat. Ia menjadi dokumentasi perubahan budaya kerja. Dalam rekaman itu terlihat jelas: Baby Boomers dan Gen Z bisa duduk bersama, saling mendengar, dan saling menghargai.

Pesan yang muncul sederhana namun kuat: Gen Z bukan masalah, mereka adalah bagian dari solusi. Baby Boomers bukan penghalang, mereka adalah fondasi yang menopang transformasi. Dunia kerja yang sehat adalah dunia yang memberi ruang bagi semua generasi untuk tumbuh bersama.

Penutup: Mendengarkan, Memahami, Berkolaborasi

Setelah seminar usai, saya menatap wajah-wajah muda itu dengan rasa optimis. Saya tahu, dunia kerja ke depan tidak akan mudah. Era digital dan AI membawa tantangan besar. Tetapi saya juga tahu, dengan keberanian Gen Z dan kebijaksanaan Baby Boomers, kita bisa menjembatani perbedaan.

Yang kita butuhkan bukan hanya teknologi, tetapi keberanian untuk mendengarkan. Karena dari mendengarkan lahir pemahaman. Dan dari pemahaman lahir kolaborasi. Hari itu, saya belajar bahwa generasi bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk saling melengkapi. Dan, ini menjadi Resolusi 2026 kami bersama.

Dan mungkin, itulah makna sejati dari pertemuan lintas generasi: menjadikan dunia kerja bukan sekadar tempat mencari nafkah, tetapi ruang tumbuh bersama.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan