
Pengalaman Budi Gunadi Sadikin dalam Menghadapi Krisis
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, mengakui bahwa dirinya banyak belajar dari kepemimpinan Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, Jusuf Kalla. Ia menyebut bahwa ia berguru kepada Jusuf Kalla karena kesamaan dalam menangani krisis kemanusiaan di awal jabatan.
Jusuf Kalla yang dilantik menjadi Wakil Presiden RI pada tahun 2004 langsung menangani bencana tsunami di Aceh. Bencana ini menjadi salah satu peristiwa alam terbesar di Indonesia. Sementara itu, Budi Gunadi yang dilantik pada tahun 2020 terjun langsung menangani pandemi Covid-19.
Budi mengatakan bahwa pada masa awal menjabat, kasus Covid-19 di Indonesia mulai meningkat. "Saya di sini adalah murid Pak JK karena Pak JK punya banyak pengalaman," kata Menkes saat bertemu Jusuf Kalla di Jakarta Utara, Jumat (2/1/2026). "Beliau jadi Wapres langsung diuji oleh bencana tsunami di Aceh. Saya juga, saya dilantik saat kasus Covid-19 naik," lanjut Budi.
Kunci Penanganan Bencana
Mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini menuturkan bahwa kunci penanganan bencana di masa tsunami Aceh adalah respons cepat dan gotong royong dari semua pihak. "Saya belajar itu bahwa menangani bencana, kita tidak bisa melakukannya sendirian, harus melakukannya bersama-sama BUMN, swasta, organisasi masyarakat, seperti TNI dan lainnya," kata Budi.
Menurutnya, masyarakat Indonesia memiliki kepedulian tinggi untuk membantu sesama. Potensi ini jika dimanfaatkan bisa menjadi kekuatan besar. "Karena orang Indonesia itu, kapital sosialnya sangat besar, kalau dikelola, pasti pemulihan akan jauh lebih cepat," tuturnya.
Selain itu, penanganan bencana juga harus melibatkan unsur masyarakat yang lebih luas dan inklusif. "Harus membangun ini sebagai gerakan. Kita harus membangun ini sebagai sebuah gerakan. Kalau berhasil membangun sebagai gerakan, kita akan lebih mudah dan lebih cepat pemulihan kondisi," harap dia.
Penanganan Bencana di Sumatra
Dikutip dari laman Kemenkes, bencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra berdampak signifikan terhadap sektor kesehatan. Tercatat sebanyak 87 rumah sakit terdampak, dengan sembilan di antaranya sempat tidak dapat beroperasi. Namun, berkat dukungan lintas sektor, seluruh rumah sakit tersebut kini telah kembali berfungsi.
“Dalam waktu dua minggu, dengan bantuan semua pihak, seluruh rumah sakit yang terdampak sudah bisa beroperasi kembali,” kata Menkes.
Selain rumah sakit, sebanyak 867 puskesmas turut terdampak. Sekitar 180 puskesmas sempat tidak beroperasi, dan hingga saat ini tersisa empat puskesmas di Aceh yang masih dalam proses pemulihan akibat kerusakan berat serta kondisi lumpur yang masih tinggi.
Kesiapan dan Kolaborasi
Budi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menghadapi bencana. Ia menilai bahwa dengan komunikasi yang baik dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, pemulihan pasca-bencana dapat dilakukan secara efektif dan cepat.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang tanggap darurat. Dengan adanya kesadaran ini, masyarakat akan lebih siap menghadapi situasi kritis dan saling membantu dalam menjalankan proses pemulihan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar