
Kementerian Desa Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana
Wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini sedang menghadapi tantangan besar akibat bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi sejak awal Desember. Bencana ini tidak hanya merusak infrastruktur tetapi juga menyebabkan banyak desa hilang secara fisik. Selain itu, beberapa pemerintahan desa juga lumpuh akibat kerusakan yang parah.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, mengungkapkan bahwa kondisi ini menjadi pekerjaan rumah terbesar yang harus segera ditangani. Ia menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah mempercepat pemulihan wilayah-wilayah yang terdampak.
Yang menjadi pekerjaan rumah sekarang itu banyak desa yang hilang, pemerintahnya pun lumpuh, maka dari itu kami akan fokus ke sana saat ini, ujar Yandri Susanto ketika ditemui di kawasan Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Jumat (12/12/2025).
Untuk menghadapi situasi darurat ini, Yandri memberikan keleluasaan bagi kepala desa di tiga provinsi terdampak untuk menggunakan Dana Desa dalam penanganan bencana. Menurutnya, Dana Desa dapat digunakan untuk revitalisasi rumah warga dan pemukiman yang hilang akibat banjir.
Boleh, kepala desa boleh menggunakan Dana Desa, kan dulu waktu covid digunakan, malah ke sana semua, ungkapnya.
Yandri menilai kebijakan fleksibel ini sebagai langkah percepatan karena Dana Desa merupakan anggaran yang paling cepat diakses oleh pemerintah desa ketika terjadi kedaruratan. Dengan demikian, kebutuhan mendesak masyarakat dapat segera dipenuhi.
Selain membuka akses penggunaan Dana Desa, Yandri juga menyampaikan bahwa pihaknya fokus mengirim bantuan langsung ke lokasi terdampak. Ia menekankan pentingnya pemulihan pelayanan dasar di desa agar segera kembali normal.
Dengan bantuan dari sana sini, Insyaallah memastikan semua pelayanan akan kembali normal, kami di Kementerian Desa terus memerlukan donasi, paparnya.
Yandri berharap langkah percepatan ini dapat menjadi stimulus awal bagi masyarakat desa untuk kembali membangun kehidupan dan ekonomi. Ia menekankan pentingnya gotong royong dan partisipasi warga dalam proses pemulihan jangka panjang.
Insya Allah semua desa akan kami kepung dengan bantuan dari sana sini demi memastikan semua pelayanan akan kembali normal, kata dia.
Langkah-Langkah yang Diambil
- Penggunaan Dana Desa: Kepala desa diberi keleluasaan untuk menggunakan Dana Desa dalam penanganan bencana, termasuk revitalisasi rumah dan pemukiman yang rusak.
- Bantuan Langsung: Kementerian Desa aktif mengirimkan bantuan langsung ke lokasi terdampak untuk mempercepat pemulihan.
- Pemulihan Layanan Dasar: Fokus pada pemulihan layanan dasar seperti air bersih, listrik, dan transportasi agar segera kembali normal.
- Partisipasi Warga: Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses pemulihan, termasuk gotong royong dan kolaborasi antar komunitas.
- Donasi dan Kerja Sama: Meminta dukungan dari berbagai pihak, termasuk donasi dan kerja sama dengan organisasi nirlaba atau lembaga internasional.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar