Menteri Kebudayaan Fadli Zon Undang Dua Kubu Keraton Solo ke Jakarta, Satu Hadir, Satu Tidak?

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Undang Dua Kubu Keraton Solo ke Jakarta, Satu Hadir, Satu Tidak?

Menteri Kebudayaan Undang Dua Kubu Keraton Kasunanan Surakarta ke Jakarta

Menteri Kebudayaan Fadli Zon dilaporkan telah mengundang dua kubu Keraton Kasunanan Surakarta untuk membahas polemik penerus tahta. Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu, 13 Desember 2025. Undangan ini diberikan dalam upaya mencari solusi terkait perselisihan yang terjadi antara dua pihak di dalam keraton.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, juga turut diundang dalam pertemuan tersebut. Namun, ia masih memerlukan koordinasi lebih lanjut karena ada imbauan dari pihak terkait agar tidak meninggalkan wilayah hingga libur Natal dan Tahun Baru selesai.

“Coba nanti kita cek. Mungkin itu inisiatif dari kementerian,” ujar Respati saat ditemui di Swiss-Belinn Saripetojo, Jumat (12/12/2025).

Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa dirinya ingin agar perselisihan ini segera menemui titik terang. Ia berharap kedua belah pihak dapat mencapai kesepahaman bersama.

“Tentunya keraton kami mengikuti. Intinya masih sama. Menghormati siapa pun tokoh yang dituakan tokoh yang dianggap sebagai pimpinan keraton. Kami menunggu supaya ada kejelasan supaya ada titik terangnya,” jelas Respati.

Hadir atau Tidak?

Pakubuwono XIV Hangabehi mengaku telah menerima undangan ini dan akan hadir dalam pertemuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa acara ini berkaitan dengan pelestarian budaya dan akan berlangsung di Jakarta.

“Kalau undangan iya ada. Pelestarian budaya. Masih tanggal 13. Hadir. Di Jakarta,” kata Hangabehi.

Sementara itu, Pakubuwono XIV Purboyo mengaku tidak mengetahui tentang adanya pertemuan ini. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya masih sibuk dengan perkuliahan dan tugas akhir.

“Acara yang mana. Aku nggak tahu ada acara apa. Saya ada kuliah. Masak kuliah saya tinggal lagi. Saya mau tesis ini,” ujar Purboyo.

Peran Pemerintah Daerah

Pemerintah Daerah Solo, khususnya Wali Kota Respati Ardi, tetap menjaga komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Meskipun ada larangan untuk tidak meninggalkan wilayah jelang Nataru, ia tetap berupaya untuk memastikan bahwa semua pihak dapat berkomunikasi secara efektif.

Respati menegaskan bahwa pihaknya akan tetap mendukung langkah-langkah yang diambil oleh pihak keraton dan pemerintah pusat dalam mencari solusi terbaik bagi masalah ini.

Perspektif Masyarakat

Seiring dengan adanya undangan ini, masyarakat mulai memperhatikan bagaimana proses penyelesaian konflik di dalam Keraton Kasunanan Surakarta akan berjalan. Banyak pihak berharap bahwa pertemuan ini dapat menjadi awal dari sebuah kesepakatan yang damai dan bermanfaat bagi seluruh pihak terkait.

Beberapa ahli budaya juga menyatakan bahwa pentingnya menjaga tradisi dan nilai-nilai kearifan lokal dalam setiap proses pengambilan keputusan. Mereka berharap bahwa para pemangku kepentingan dapat bekerja sama untuk menjaga harmoni dan keberlanjutan budaya Jawa.

Tantangan dan Harapan

Selain tantangan dalam proses komunikasi antar pihak, ada juga tantangan dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penyelesaian konflik. Diperlukan transparansi dan partisipasi aktif dari berbagai pihak agar tidak ada yang merasa diabaikan atau tidak dianggap penting.

Dengan adanya pertemuan ini, harapan besar terletak pada kemampuan para pihak untuk saling memahami dan mencari solusi yang dapat diterima oleh semua pihak. Semoga saja, hasil dari pertemuan ini dapat menjadi awal dari sebuah perbaikan hubungan yang lebih baik di masa depan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan