
nurulamin.pro.CO.ID-JAKARTA.
Purbaya Yudhi Sadewa: Defisit APBN Akan Melebihi Outlook 2,78% PDB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pernyataan bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini akan melewati outlook yang ditetapkan sebesar 2,78% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Meski demikian, ia menegaskan bahwa angka tersebut tidak akan melebihi batas maksimal 3% PDB yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
"Di atas (outlook). Yang jelas kami tidak melanggar Undang-Undang yang 3%. Dan kami komunikasi terus dengan DPR," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers di Jakarta, Rabu (31/12).
Ia menjelaskan bahwa posisi defisit anggaran masih akan bergerak hingga akhir tahun. Purbaya menyebutkan bahwa angka akhir akan diumumkan dalam Konferensi Pers yang direncanakan minggu depan.
"Saya pikir kalau Menteri Keuangan 31 Desember sudah tenang, rupanya belum tuh. Semalam saja saya nggak bisa tidur, uangnya masuk nggak ya," kata Purbaya sambil bercanda.
Penyebab Pelebaran Defisit APBN
Menurut Purbaya, pelebaran defisit ini disebabkan oleh realisasi penerimaan pajak hingga akhir tahun yang masih belum mencapai target yang ditetapkan.
Sebagai gambaran, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit APBN hingga November 2025 mencapai 2,35% dari PDB setara Rp 560,3 triliun.
Posisi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan defisit APBN pada Oktober 2025 yang sebesar 2,02% PDB.
Perkembangan Terkini APBN
Beberapa faktor yang memengaruhi perkembangan APBN antara lain:
-
Realisasi pendapatan negara yang belum optimal
Penerimaan pajak dan pendapatan negara lainnya masih di bawah target, sehingga memengaruhi angka defisit. -
Belanja pemerintah yang tetap tinggi
Pemerintah terus mengalokasikan dana untuk berbagai program pembangunan dan subsidi, termasuk di sektor kesehatan dan pendidikan. -
Perubahan kondisi ekonomi global
Fluktuasi harga komoditas dan ketidakstabilan pasar internasional turut memengaruhi penerimaan negara.
Komunikasi dengan DPR
Purbaya menekankan bahwa pihaknya terus berkomunikasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait perkembangan APBN. Ia menyatakan bahwa kebijakan fiskal akan selalu sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Kami memastikan semua langkah yang diambil tetap dalam koridor hukum dan transparan," tambahnya.
Tantangan di Akhir Tahun
Meski ada tekanan terhadap angka defisit, Purbaya optimis bahwa pemerintah dapat mengelola anggaran secara efisien hingga akhir tahun. Ia menegaskan bahwa pengelolaan keuangan negara akan terus dilakukan dengan hati-hati dan berdasarkan data terkini.
"Pemantauan terus dilakukan, dan kami siap menghadapi segala kemungkinan," katanya.
Dengan penjelasan ini, masyarakat dapat memahami bahwa meskipun defisit APBN meningkat, pemerintah tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas keuangan negara.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar