
nurulamin.pro.CO.ID-JAKARTA
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Ia yakin bahwa dengan kebijakan fiskal dan moneter yang semakin koordinasi, perekonomian Indonesia mampu tumbuh lebih baik dibandingkan kondisi saat ini.
"Yang penting adalah ke depan dengan kebijakan yang semakin sinkron antara kami dengan Bank Sentral, ekonomi kita akan tumbuh lebih baik dari sekarang," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers di Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Purbaya menyebutkan bahwa target pertumbuhan ekonomi pada 2026 sebesar 6% bukanlah sesuatu yang sulit dicapai. Sementara itu, pada 2025, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada di kisaran 5,2% secara tahunan, dengan capaian kuartal keempat masih berada di atas 5,5%.
Menurut Purbaya, salah satu kunci utama pendorong pertumbuhan adalah percepatan belanja fiskal yang sudah mulai dilakukan sejak awal tahun. Hal ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memacu pertumbuhan ekonomi secara signifikan.
Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Bank Indonesia (BI) melalui komunikasi yang lebih intensif dan efektif. Dengan kerja sama yang lebih baik antara lembaga pemerintah dan bank sentral, diharapkan dapat menciptakan lingkungan ekonomi yang lebih stabil dan progresif.
Dalam mendukung iklim usaha, pemerintah juga mulai menggelar sidang debottlecking yang berfungsi sebagai forum untuk mengidentifikasi langsung berbagai hambatan yang dihadapi pelaku usaha. Sidang ini bertujuan untuk memberikan solusi nyata bagi perusahaan-perusahaan yang menghadapi kendala dalam operasionalnya.
Meski baru berjalan satu kali, Purbaya mengaku sudah memperoleh gambaran persoalan utama yang dihadapi dunia bisnis. Dari hasil sidang tersebut, pemerintah bisa lebih cepat merespons masalah yang ada dan memberikan dukungan yang tepat kepada pelaku usaha.
Ia menambahkan, langkah-langkah tersebut mulai mendapat respons positif dari investor, termasuk investor asing. Sejumlah pelaku usaha dari luar negeri, seperti Singapura dan negara lainnya, disebut telah menyampaikan minat dan bahkan mulai merealisasikan investasi di Indonesia.
"Jadi itu saja sudah cukup untuk tumbuh 6% atau lebih," kata Purbaya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar