
Inisiatif Sekolah Digital Koperasi sebagai Langkah Strategis dalam Perkembangan Ekonomi Rakyat
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyambut baik pendirian Sekolah Digital Koperasi yang diinisiasi oleh Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Ia menilai langkah ini sebagai terobosan penting dalam percepatan digitalisasi koperasi desa, yang saat ini menjadi prioritas nasional. Keberadaan sekolah ini juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem Program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.
Menkop Ferry mengatakan bahwa inisiatif UKSW merupakan bukti nyata kontribusi akademisi dalam mendukung program-program strategis pemerintah, khususnya dalam pengembangan koperasi sebagai fondasi ekonomi rakyat. Menurutnya, dunia kampus memiliki peran vital dalam melahirkan inovasi dan sumber daya manusia (SDM) koperasi yang berkualitas. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan gerakan koperasi menjadi pilar baru pembangunan ekonomi nasional.
“Ini bagian dari ekosistem yang harus kita bangun bersama antara dunia pendidikan, kementerian, dan gerakan koperasi,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa digitalisasi koperasi tidak boleh berjalan sendiri tanpa penguatan sektor riil. Transformasi digital harus diikuti dengan pengembangan aktivitas bisnis koperasi agar tercipta multiplier effect yang besar bagi kesejahteraan masyarakat.
“Sekarang eranya digital, tapi jangan sampai digitalisasinya terlalu maju sementara sektor riilnya tidak berjalan,” tegasnya.
Dalam momentum tersebut, Ferry juga menjelaskan berbagai kebijakan baru yang ditempuh pemerintah untuk memperluas peran koperasi dalam sektor-sektor strategis. Saat ini, koperasi sudah mendapat izin mengelola tambang dan mineral hingga 2.500 hektare, sumur minyak rakyat, serta skema inti-plasma kebun sawit.
Selain itu, pemerintah sedang mereformasi lembaga pendidikan koperasi nasional. “Kami sedang merombak IKOPIN untuk dijadikan BLU Kemenkop, dan kami akan belajar dari UKSW bagaimana pendidikan koperasi bisa berkembang,” katanya.
Semua upaya ini dilakukan untuk memastikan koperasi kembali menjadi soko guru perekonomian, sesuai amanat Presiden RI melalui Program Kopdes/Kel Merah Putih.
Komitmen UKSW dalam Mendukung Penguatan Koperasi Nasional
Rektor UKSW, Prof. Dr. Intiyas Utami, menegaskan komitmen kampusnya dalam mendukung penguatan koperasi nasional. Baginya, masa depan koperasi ada pada konektivitas dan kolaborasi, yang dapat diwujudkan melalui teknologi digital.
Beberapa inisiatif digitalisasi koperasi UKSW yang telah berjalan meliputi sosialisasi, pembentukan klinik digitalisasi di NTT, hingga pengembangan aplikasi koperasi digital yang siap digunakan. Aplikasi ini mencakup transaksi pembayaran, simpan pinjam, hingga potensi e-commerce koperasi.
“Dengan kolaborasi yang baik, kami optimis bisa bersama-sama menuju Indonesia jaya,” ujarnya.
Pendirian Sekolah Digital Koperasi menjadi langkah konkret UKSW dalam membangun ekosistem perkoperasian yang lebih modern dan berdaya saing. Sekolah ini diharapkan mampu memberikan pelatihan dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri koperasi saat ini.
Dukungan dari Pemerintah Daerah
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, turut mengapresiasi program Kopdes/Kel Merah Putih sebagai solusi nyata untuk permasalahan desa seperti kemiskinan, pengangguran, hingga rendahnya kualitas pendidikan. Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi SDM koperasi melalui pendampingan akademisi dan perguruan tinggi.
“Masalah di desa banyak sekali, sehingga program Kopdes/Kel Merah Putih menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah dari bawah. Mari kita bangun Indonesia mulai dari desa,” tegasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar