
Penghargaan untuk Kepemimpinan di Bidang Fiskal
Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, baru-baru ini memperoleh penghargaan Fiscal Resilience Leadership dalam acara BIG 40 Awards. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas kepemimpinannya dalam menjaga stabilitas fiskal dan sistem keuangan nasional.
Purbaya dinilai berhasil menjaga kepercayaan publik selama masa ketidakpastian dan pandemi, terutama saat menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Kepemimpinannya yang tenang, berbasis data, dan berorientasi solusi menjadi faktor utama dalam kesuksesannya mengemban jabatan Menteri Keuangan.
Perjalanan Karier yang Mengesankan
Purbaya resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/9/2025), menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS sejak 24 September 2020, setelah dilantik oleh Joko Widodo.
Kiprah Purbaya tidak hanya terbatas pada pemerintahan. Dia pernah menjabat Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Selain itu, Purbaya juga memiliki pengalaman di dunia korporasi, seperti menjadi komisaris PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) atau MIND ID.
Inalum adalah holding BUMN pertambangan yang menaungi beberapa perusahaan besar seperti PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Timah Tbk. (TINS), PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), dan PT Freeport Indonesia. Posisi tersebut memperkuat keterlibatannya dalam sektor strategis perekonomian nasional.
Latar Belakang Akademik dan Karier Awal
Purbaya lulus sarjana dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan bidang Teknik Elektro. Namun, minatnya pada ekonomi membawanya melanjutkan studi doktoral di Purdue University, Indiana, Amerika Serikat, hingga meraih gelar Ph.D.
Karier Purbaya dimulai dari dunia riset. Dia pernah memimpin Danareksa Research Institute, lembaga riset ekonomi yang sering menjadi rujukan dalam analisis pasar dan kebijakan publik. Dari sana, dia merambah ke dunia korporasi dengan menjabat sebagai Direktur PT Danareksa (Persero).
Keterlibatan dalam Lingkaran Kekuasaan
Purbaya dikenal dekat dengan tokoh senior seperti Luhut Binsar Pandjaitan. Pada 2015, Luhut melantik Purbaya sebagai Deputi Staf Kepresidenan. Luhut menilai Purbaya memiliki kapasitas analisis yang tajam dan mampu merumuskan kebijakan strategis.
Selain itu, Purbaya aktif dalam lingkaran politik praktis. Dia tercatat sebagai bagian dari Tim Bravo Lima, kelompok relawan pendukung Joko Widodo yang dipimpin langsung oleh Luhut. Hal ini menunjukkan keterlibatannya tidak hanya di bidang teknokratis tetapi juga dalam dinamika politik.
Rekam Jejak Karier Purbaya Yudhi Sadewa
Berikut adalah rekam jejak karier Purbaya Yudhi Sadewa:
- Ketua Dewan Komisioner LPS (2020—2025)
- Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Mei 2018—September 2020)
- Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Juli 2016—Mei 2018)
- Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (November 2015—Juli 2016)
- Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia (April 2015—September 2015)
- Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (2010—2014)
- Anggota Komite Ekonomi Nasional (2010—2014)
- Wakil Ketua Satgas Penanganan dan Penyelesaian Kasus (Debottlenecking), yang lebih dikenal dengan “Pokja IV”, di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Juni 2016—sekarang)
- Anggota Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (2016—sekarang)
- Anggota Indonesia Economic Forum (2015—sekarang)
- Field Engineer di Schlumberger Overseas SA (1989—1994)
- Senior Economist di Danareksa Research Institute (Oktober 2000—Juli 2005)
- Direktur Utama PT Danareksa Securities (April 2006—Oktober 2008)
- Chief Economist Danareksa Research Institute (Juli 2005—Maret 2013)
- Anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero) (Maret 2013—April 2015)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar