Menteri Yusril Jamin Prabowo Segera Kembali ke Aceh Usai dari Luar Negeri

JAKARTA, aiotrade
Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan perhatiannya terhadap Aceh setelah menjalani rangkaian agenda diplomatik di luar negeri. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan bahwa Presiden akan segera kembali ke Aceh dalam waktu dekat.

Pernyataan ini disampaikan oleh Yusril saat berada di Banda Aceh, Rabu (10/12/2025), ketika ia menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada Pemerintah Aceh di Sekretariat Komnas HAM Perwakilan Aceh. Menurutnya, Presiden telah dua kali melakukan kunjungan langsung ke daerah yang terdampak banjir dan longsor, mulai dari Aceh Tenggara hingga Bireuen. Sebelumnya, Presiden juga menggelar rapat terbatas sebelum melanjutkan perjalanan dinas ke Pakistan dan bertemu dengan Presiden Vladimir Putin di Moskow, Rusia.

Rute Kepulangan: Transit Sumut, Lanjut ke Aceh
Yusril menjelaskan bahwa pesawat kepresidenan akan mendarat terlebih dahulu di Sumatera Utara sebelum Presiden bergerak kembali ke Aceh. Meskipun demikian, lokasi kabupaten yang akan dikunjungi Presiden Prabowo selanjutnya belum diumumkan secara resmi.

Menurut Yusril, pemerintah pusat menempatkan Aceh, bersama dua provinsi lain di Sumatera, sebagai prioritas penanganan bencana hidrometeorologi. Fokus utamanya adalah pemulihan korban, perbaikan rumah, serta fasilitas publik yang rusak akibat bencana alam.

"Perhatian pemerintah pusat terhadap bencana ini sangat besar," ujar Yusril. Ia menambahkan bahwa pihaknya sedang memastikan agar semua kebutuhan masyarakat terpenuhi, baik dalam bentuk bantuan material maupun dukungan psikologis.

Selain penyaluran bantuan, Yusril bersama jajaran Komnas HAM RI melaksanakan doa bersama dan shalat ghaib bagi para korban bencana Aceh. Momen tersebut bertepatan dengan peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2025, yang awalnya dijadwalkan berisi diskusi publik.

"Hari ini kita memperingati hari HAM sedunia, acara diubah dari kegiatan diskusi ke doa bersama, shalat ghaib dan penyerahan bantuan," tutur Yusril. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan moral dan emosional terhadap korban bencana, serta upaya untuk membangkitkan semangat masyarakat Aceh dalam menghadapi tantangan pasca-bencana.

Berikut beberapa hal yang dilakukan pemerintah pusat dalam menangani bencana di Aceh:

  • Bantuan Kemanusiaan: Penyaluran bantuan berupa logistik, makanan, dan perlengkapan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.
  • Pemulihan Korban: Fokus pada pemulihan fisik dan mental korban bencana, termasuk layanan kesehatan dan psikologis.
  • Perbaikan Infrastruktur: Pembenaran rumah, jalan, dan fasilitas umum yang rusak akibat bencana.
  • Koordinasi dengan Lembaga Terkait: Kerja sama dengan Komnas HAM dan lembaga lainnya untuk memastikan penanganan bencana dilakukan secara efektif dan transparan.
  • Doa Bersama dan Shalat Ghaib: Upacara spiritual untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga korban dan masyarakat Aceh secara keseluruhan.

Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah pusat berkomitmen untuk mendukung Aceh dalam proses pemulihan pasca-bencana, sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat di wilayah tersebut.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan