
Pertemuan antara generasi Baby Boomer dan Gen Z di sebuah ruang seminar di Jakarta Selatan menjadi momen yang menarik. Ruangan penuh dengan rasa ingin tahu dan antusiasme. Di depan backdrop bertuliskan "Gen Z di Dunia Kerja: Daya Saing dan Resiliensi di Era Digital", saya berdiri bersama dua orang muda yang mewakili generasi Z. Suasana tidak tegang, tetapi hangat dan penuh rasa saling menghargai. Kami tidak datang untuk memperdebatkan siapa yang benar atau salah, melainkan untuk saling mendengarkan.
Sebagai seorang Baby Boomer, saya membawa cerita tentang loyalitas, ketekunan, dan tanggung jawab jangka panjang. Sementara itu, Gen Z membawa semangat fleksibilitas, keberanian bersuara, serta keseimbangan hidup. Ketika mereka berbicara, saya melihat keberanian yang dulu jarang muncul dalam generasi saya. Mereka tidak segan menolak sistem kerja yang menekan, tidak ragu meminta ruang untuk kesehatan mental. Di mata sebagian orang, sikap itu dianggap "rewel" atau "kurang loyal." Namun, di ruang itu, saya merasakan bahwa mereka sedang mengajarkan kita sesuatu: bahwa kerja bukan hanya soal bertahan, tetapi juga soal menemukan makna.
Dialog yang Mengalir
Diskusi kami mengalir seperti percakapan keluarga. Saya berbagi pengalaman tentang bagaimana generasi saya dulu bekerja tanpa banyak bertanya, menerima aturan sebagai sesuatu yang mutlak. Gen Z menanggapi dengan jujur: mereka ingin ruang kerja yang lebih manusiawi, lebih transparan, dan lebih inklusif. Tidak ada benturan, yang ada justru jembatan. Saya menyadari bahwa loyalitas yang kami junjung tinggi bisa berpadu dengan keberanian mereka untuk bersuara. Bahwa ketekunan yang kami banggakan bisa berdampingan dengan inovasi yang mereka bawa.
Pelajaran dari Reel Instagram
Reel yang merekam momen itu bukan sekadar konten singkat. Ia menjadi dokumentasi perubahan budaya kerja. Di sana terlihat jelas: Baby Boomers dan Gen Z bisa duduk bersama, saling mendengar, saling menghargai. Pesan yang muncul sederhana namun kuat: Gen Z bukan masalah, mereka bagian dari solusi. Baby Boomers bukan penghalang, mereka adalah fondasi yang menopang transformasi. Dunia kerja yang sehat adalah dunia yang memberi ruang bagi semua generasi untuk tumbuh bersama.
Penutup: Mendengarkan, Memahami, Berkolaborasi
Ketika seminar usai, saya menatap wajah-wajah muda itu dengan rasa optimis. Saya tahu, dunia kerja ke depan tidak akan mudah. Era digital dan AI membawa tantangan besar. Tetapi saya juga tahu, dengan keberanian Gen Z dan kebijaksanaan Baby Boomers, kita bisa menjembatani perbedaan. Yang kita butuhkan bukan hanya teknologi, tetapi keberanian untuk mendengarkan. Karena dari mendengarkan lahir pemahaman. Dan dari pemahaman lahir kolaborasi.
Hari itu, saya belajar bahwa generasi bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk saling melengkapi. Dan, ini menjadi Resolusi 2026 kami bersama. Dan mungkin, itulah makna sejati dari pertemuan lintas generasi: menjadikan dunia kerja bukan sekadar tempat mencari nafkah, tetapi ruang tumbuh bersama.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar