
YOGYAKARTA Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyampaikan beberapa hal penting terkait pengelolaan lalu lintas selama libur akhir tahun. Dalam rapat koordinasi Forkopimda yang digelar pada Rabu (10/12), ia menekankan perlunya evaluasi rekayasa lalu lintas yang telah diterapkan sebelumnya.
Menurut Sultan, pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa sistem lalu lintas yang ada belum mampu mengurangi kepadatan kendaraan saat momen Natal dan Tahun Baru. Hal ini menimbulkan banyak kendala, terutama di kawasan wisata dan pusat kota.
Pengalaman dari yang terakhir, dengan kunjungan yang demikian padat, mohon untuk dipertimbangkan bagaimana agar bisa memecah konsentrasi lalu lintas kendaraan, ujarnya dalam rapat tersebut.
Selain itu, Sultan juga berharap kepada Jaga Warga untuk menjaga situasi tetap kondusif di wilayah masing-masing. Ia menyarankan agar Jaga Warga dapat standby secara bergantian.
Jaga Warga juga bisa ikut standby. Bisa dengan saling bergantian, setidaknya di kalurahan supaya kalau ada apa-apa bisa berkoordinasi dengan lebih cepat, tambahnya.
Dalam konteks pengamanan, Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono, menyampaikan bahwa pihaknya akan menerjunkan personel dalam Operasi Lilin yang berlangsung dari 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
Kami mendirikan 21 pos yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-DIY. Terdiri dari 19 pos pengamanan, 1 pos pelayanan dan 1 pos terpadu, jelas Kapolda.
Jumlah personel Polri yang diterjunkan mencapai 1.968 orang. Penempatan pos-pos tersebut bertujuan untuk memastikan kelancaran lalu lintas serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama masa libur.
Beberapa langkah strategis yang diambil oleh Pemerintah DIY dan aparat kepolisian diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan memastikan keamanan bagi masyarakat. Evaluasi terhadap rekayasa lalu lintas sebelumnya menjadi langkah penting untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan arus lalu lintas di masa depan.
Berikut beberapa rencana pengamanan yang akan dilakukan selama Operasi Lilin:
- Penempatan pos-pos pengamanan di berbagai titik strategis, termasuk jalur utama dan tempat wisata.
- Koordinasi dengan instansi terkait, seperti dinas perhubungan dan pemerintah daerah, untuk memastikan kelancaran lalu lintas.
- Peningkatan patroli rutin guna memantau situasi lalu lintas dan mencegah terjadinya kecelakaan atau kemacetan parah.
- Pembagian tugas secara bergilir antara personel polisi dan Jaga Warga untuk memastikan keberlanjutan pengawasan.
Dengan persiapan yang matang dan kerja sama antara berbagai pihak, diharapkan libur Natal dan Tahun Baru 2026 dapat berjalan lancar dan aman bagi masyarakat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar