Meski Tantangan, AFPI Percaya Pindar Tumbuh Positif 2026

Tren Pertumbuhan Industri Pindar di Indonesia

Industri pinjaman daring atau pindar di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif, meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) optimis bahwa pada tahun 2026, industri ini akan tetap berkembang secara sehat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa hingga Oktober 2025, outstanding pembiayaan pindar mencapai Rp92,92 triliun, meningkat sebesar 23,86% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, tingkat TWP90 (persentase utang yang jatuh tempo lebih dari 90 hari) tetap terjaga di level 2,76%. Hal ini menunjukkan bahwa industri pindar mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas.

Ketua Umum AFPI, Entjik S. Djafar, menyatakan bahwa tren ini menjadi bukti bahwa industri pindar terus berkembang secara sehat. Ia menilai, pertumbuhan tersebut didorong oleh pembiayaan produktif dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta penguatan regulasi dan peningkatan kualitas penyaluran.

Namun, meski ada progres positif, Entjik mengakui bahwa industri pindar masih menghadapi tantangan utama, seperti penurunan angka gagal bayar (galbay) dan galbay yang tidak bertanggung jawab. Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat upaya pemberantasan pinjol ilegal yang merugikan masyarakat dan merusak kepercayaan terhadap industri resmi.

Langkah-langkah yang Dilakukan AFPI

Untuk menjaga kualitas dan kredibilitas industri pindar, AFPI mendorong para penyelenggara pindar untuk memperkuat literasi keuangan kepada para peminjam dan memperketat sistem penilaian kredit (credit scoring). Dengan demikian, peminjam dapat mengambil pinjaman secara bijak dan bertanggung jawab.

Selain itu, dalam rangka memperkuat kinerja industri pada tahun 2026, Rakernas AFPI yang diadakan pada 9 Desember 2025 menetapkan tiga pilar utama penguatan industri, yaitu:

  • Kolaborasi
    Kolaborasi dilakukan dengan regulator dan aparat penegak hukum untuk memberantas pinjol ilegal. Selain itu, kerja sama lintas sektor juga diperlukan untuk meningkatkan kualitas penyaluran layanan pindar.

  • Disiplin Kepatuhan
    Seluruh penyelenggara pindar diminta untuk mematuhi semua regulasi yang berlaku. Hal ini termasuk batas manfaat ekonomi sesuai arahan OJK, praktik penagihan yang beretika, dan transparansi produk.

  • Konsistensi Standar Tinggi
    Standar tinggi diterapkan dalam penerapan teknologi credit scoring, mitigasi risiko, dan literasi keuangan kepada masyarakat. Dengan standar ini, peminjam diharapkan dapat mengambil pinjaman secara bijak dan aman.

Mempertahankan Keseimbangan Antara Pertumbuhan dan Stabilitas

Dengan pendekatan yang diterapkan, AFPI percaya bahwa industri pindar dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan outstanding pembiayaan dan stabilitas TWP90. Selain itu, langkah-langkah ini juga diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan pembiayaan digital yang aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

Entjik menegaskan bahwa kunci keberhasilan industri pindar adalah kualitas penyaluran yang tetap terjaga seiring dengan pertumbuhan. Dengan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan, industri ini diharapkan mampu terus berkembang dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan